Wednesday, February 23, 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

Resume ke-17, Gelombang 23 dan 24

Rabu, 23 Februari 2022

Mengenal Penerbit Indie

Oleh

Mukminin, S.Pd.,M.Pd. 

Tulisan memiliki banyak manfaat bagi banyak orang lain. Melalui tulisan, kita dapat menginformasikan segala sesuatu, baik itu fakta, data maupun peristiwa termasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa agar khalayak pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru tentang berbagai hal yang dapat maupun yang terjadi di muka bumi ini. Tidak hanya itu, ilmu yang bermanfaat yang kita tuangkan dalam tulisan bisa menjadi amal jariyah kita. Islam mengenal amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus. Orang yang melakukan amalan jariyah semasa hidupnya akan mendapatkan pahala meski telah meninggal.

Dari situlah, kita menyadari bahwa menulis itu penting. Untuk mengabadikannya, kita bisa mencetaknya menjadi sebuah buku.

Di zaman sekarang, sebagai penulis pemula, menerbitkan buku bukanlah hal yang sulit. Asal ada kemauan untuk menulis, karya kita bisa dibukukan. Kita bisa bekerjasama dengan penerbit indie (independen) untuk menerbitkan buku. Namun, kalau kita sudah terampil menulis dan tahu pangsa pasar, kita bisa menerbitkan buku kita melalui penerbit mayor.

Nah, pada malam ini, kita akan belajar bersama, Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd. yang memiliki nama pena Cak Inin. Topik malam ini yang akan Beliau sampaikan adalah “Mengenal Penerbit Indie.”

Cak Inin lahir di Jombang, 6 Juli 1965. Lulus D2 IKIP Negeri Surabaya Tahun 1987, lulus S1 IKIP PGRI Tuban 1998, lulus S2 Unisda Lamongan 2012 jurusan Bahasa dan sastra Indonesia. Beliau adalah seorang guru di SMP 1 Kedungpring, Lamongan sejak 1989-2021 (32 tahun) sampai sekarang. Selain sebagai guru, Beliau adalah Direktur Penerbit Buku Kamila Press Lamongan. Beliau mulai menulis di usia 55 tahun. Ada 4 buku solo yang Beliau terbitkan, 1 buku duet, dan 18 buku karya bersama. Buku yang terjual laris manis adalah Jurus Jitu Menjadi Penulis Handal Bersama Pakar dengan kata Pengantar Dr. Ngainun Naim 1 bulan yang lalu dilantik dan dikukuhkan menjadi guru besar Prof. Ngainun Naim (Dosen UIN Syahid Ali Rahmatullah, Tulungagung). Buku tersebut merupakan resume dari pelatihan yang Beliau ikuti selama 30 kali pertemuan bersama Narasumber hebat PGRI. Buku tersebut ditulis dari hati dan mengikuti petunjuk mentor sehingga buku tersebut terjual hampir 500 buku.

Untuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis. Ada banyak kata-kata agar kamu terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya. Kata-kata Mutiara sebagai motivasi diri:

1. "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib.

2.      "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". - Imam Al-Ghazali. 

Seorang yang ingin  bisa menulis dan menerbitkan buku, maka perlu memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5 tahapan yg harus dilalui:

1. Prawriting

a. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dengan peka terhadap sekitar (Pay attention).

b. Penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.

c. Penulis banyak membaca buku.

2. Drafting

Penulis mulai membuat Draf (outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan menulis naskah buku sesuai  draf tadi. 

Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai (pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dg penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

3. Revisi

Penerbit buku ada dua macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Berikut perbedaannya.

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor

Penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

Penerbit indie hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD (Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.   Pemilihan naskah yang diterbitkan

Untuk menerbitkan naskah, kita bisa memilih penerbit mayor atau penerbit minor/penerbit indie. Salah satu alternatif untuk menerbitkan buku lewat penerbit minor/penerbit indie, kita bisa menerbitkan lewat KAMILA PRESS LAMONGAN. Penerbit ini melayani cetak buku, dengan jasa ISBN,  editing,  lay out, dan  design cover buku  dengan harga terjangkau.

Syarat-syarat penerbitan di KAMILA PRESS LAMONGAN:

1. Kirimkan naskah lengkap mulai judul, kata pengantar, daftar isi, naskah daftar isi, daftar pustaka, biodata penulis dg fotonya dan sinopsis.

2. Ketik  A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran fon 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf Arial, calibri atau  Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA Bapak Mukimin (081330944498) atau email gusmukminin@gmail.com.

Selain melayani penerbitan buku, penerbit KAMILA PRESS LAMONGAN juga melayani cetak ulang dari penerbit lain.

Berikut rincian biaya penerbitan buku lewat KAMILA PRESS LAMONGAN

Biaya Cetak buku  A5, kertas "Bookpapar (coklat halus)", termasuk biaya ISBN, Layuot, edit, cover buku:

A. 60 halaman

    Cetak 5 buku/ eksp. =  566.000

    Cetak 10 buku/ eksp. =  632.000, plus ongkir

B. 70 halaman

    Cetak 5 buku = 570.000

    Cetak 10 buku = 650.000, plus Ongkir

C. 85 halaaman

    Cetak 5 buku = 580.000

    Cetak 10 buku = 660.000

D. 90 halaman

    Cetak 5 buku = 600.000

    Cetak 10 Buku = 715.000

E. 100 halaman

    Cetak 5 buku = 635.000

    Cetak 10.Buku = 725.000

F. 125 halaman

     Cetak 5 buku = 650.000

     Cetak 10 buku = 751.000

G. 150 halaman

      Cetak 5 buku = 665.000

      Cetak 10 buku = 800.000

Fasilitas yang didapatkan yaitu, dibuatkan cover buku, layout, edit, sertifikat penulis buku, PO buku. Dapat buku ISBN sesuai pesanan. Cetak 10 dapat 10 buku, yang 2 buku ke PERPUSNAS tanggung jawab Kamila Press.

“Tiada kata terlambat untuk menulis dan menerbitkan buku” Cak Inin.

 

 

Friday, February 18, 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

Resume ke-15, Gelombang 23 dan 24

Jumat, 18 Februari 2022


Konsep Buku NonFiksi

Oleh

Musiin, M.Pd.

 

Saya adalah alumni kelas menulis seperti halnya Bapak Ibu saat ini. Di awal saya ikut kelas menulis saya juga belum memiliki blog, saya berangkat dari nol. Saya tidak pernah bermimpi untuk bisa menulis buku, namun ternyata kelas menulis Om Jay menjadi pembuktian bahwa TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN. Kata Prof Rhenaldi Kasali, kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan  selalu yakin ada pintu di tengah tembok rintangan.  Menulislah setiap hari, maka keajaiban akan datang” tutur Ibu Musiin memberi motivasi kepada peserta menulis gelombang 23 dan 24.

Saya yakin Bapak Ibu hebat yang ada di kelas ini pasti juga mampu menjadi PEMENANG  DENGAN MENERBITKAN TIDAK HANYA 1 buku namun puluhan buku,” kata Bu Musiin menambahkan.

Ketakutan Ibu Musiin ketika menulis buku adalah sebagai berikut:

1.  Takut tidak ada yang membaca.

2.  Takut ssalah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.

3.  Merasa karya orang lain lebih bagus.

Ketakutan itu yang sering kali membuat Beliau merasa konyol dengan hanya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun. Akhirnya, Beliau singgah di Kelas menulis Om Jay dan bertemu dengan banyak penulis pemula dan pemateri hebat, salah satunya adalah Prof Eko dan Cahaya untuk berkarya berasal dari diri  sendiri. Beliau yang minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis. Kegiatan menulis ternyata sangat menyenangkan.

Prof. Eko bisa diibaratkan sebagai seorang Master  Chef  yang memberi kita banyak pilihan bahan masakan yang bisa kita olah menjadi berbagai jenis hidangan. Pilihannya ada pada diri masing-masing peserta. Bahan masakan yang disediakan Prof Eko, bisa kita peroleh di Prof EKOJI Channel.  Seperti yang disampaikan Prof Eko, Bapak Ibu bisa menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita,  atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai

Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis  mengukir perjalanan  hidup kita. Jadi,  semua tergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak.

Menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.

Sebelum menulis buku, kita harus menemukan alasan kuat mengapa ingin menjadi penulis. Alasan Ibu Musiin ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut:

1.    mewariskan ilmu lewat buku.

2.    ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.

3.    mengembangkan profesi sebagai seorang guru. 

Kutipan tersebut membawa pesan menulislah jika engkau ingin dikenal orang banyak. Untuk bisa menulis dan melahirkan tulisan, perlu kemauan yang kuat dan harus yakin kalau kita bisa menulis karena  keinginan kuat  ternyata mengantarkan ke hukum tarik menarik di alam semesta ini. Hukum Tarik-Menarik dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. 

Kalau kita berpikir untuk menulis buku maka akan lahir buku. Kalau kita berpikir kegagalan, maka yang tersisa hanya kekecewaan,” kata Ibu Musiin.

Pada kesempatan ini, Bu Musiin, M.Pd akan membahas buku nonfiksi. Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1.     Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)

      Contoh: Buku Pelajaran

2.     Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses).

Contoh: Buku Panduan

3.     Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara).

Pola yang saya pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster.

Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni pratulis, menulis draf, merevisi draf, menyunting naskah, dan menerbitkan.

Lima Langkah Menulis

1.     Pratulis

a.      Menentukan tema

Pilihlah tema yang kita senangi dan kuasai.Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi dapat berupa parenting, pendidikan, motivasi dll.

b.      Menemukan ide

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya pengalaman pribadi, penglaman orang lain, berita di media massa, status facebook/twitter, whatsapp/instagram, imajinasi, mengamati lingkungan, perenungan, membaca buku, dsb. Jika ide sedang datang, segeralah ditulis karena ide biasanya mudah pergi.

c.      Merencanakan jenis tulisan

d.      Mengumpulkan bahan tulisan

Bahan tulisan bisa mengambil referensi dari berbagai sumber sebagai berikut!

1)     Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal.

2)     Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal.

3)     Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini.

4)     Penemuan yang telah didapatkan.

5)      Pemikiran yang telah direnungkan.

e.      Bertukar pikiran

f.       Menyusun daftar

g.      Meriset

h.     Membuat Mind Mapping

i.       Menyusun kerangka

Contoh kerangka

BAB 1 Penggunaan Internet di Indonesia

A.      Pembagian Generasi Pengguna Internet

B.      Karakteristik Generasi Dalam Berinternet

BAB 2 Media Sosial

A.      Media Sosial

B.      UU ITE

C.      Kejahatan di Media Sosial

BAB 3 Literasi Digital

A.      Pengertian

B.      Elemen

C.      Pengembangan

D.      Kerangka Literasi Digital

E.      Level Kompetensi Literasi Digital

F.      Manfaat

G.      Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi

H.      Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital di Nusantara

A.      Keluarga

B.      Sekolah

C.      Masyarakat

BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62

A.      Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia

B.      Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia

C.      Membangun Digital Mindset Warganet +62

Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, Bu Musiin mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be).

Pak Yulius merupakan alumni gelombang 8. Langkah beliau sangat mujarab untuk menulis sebuah buku.

Dengan mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.

Anotomi Buku

1.    Halaman Judul

2.    Halaman Persembahan (OPSIONAL)

3.    Halaman Daftar Isi

4.    Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

5.    Halaman Prakata

6.    Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

7.    Bagian /Bab

8.    Halaman Lampiran (OPSIONAL)

9.    Halaman Glosarium

10.  Halaman Daftar Pustaka

11.  Halaman Indeks

12.  Halaman Tentang Penulis

 

2.     Menulis Draf

Cara menulis draf adalah sebagai berikut!

a.      Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas.

b.      Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

3.     Merevisi Draf

a.      Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian.

b.      Memeriksa gambaran besar dari naskah.

4.     Menyunting Naskah

Menyunting naskah bisa berpedoman pada KBBI dan PUEBI. Hal yang disunting dapat berupa ejaan, tata bahasa, diksi, data dan fakta, dan legalitas dan norma.

5.     Menerbitkan

Ada beberapa hambatan-hambatan  dalam menulis antara lain hambatan waktu, kreativitas, teknis, tujuan, dan psikologis. Adapun cara mengatasi hambatan tersebut antara lain:

1.     Banyak membaca.

2.     Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.

3.     Disiplin menulis setiap hari.

4.     Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi, dsb.

 

Sesi Tanya Jawab

 P1 :

Assalamualaikum wr.wb. perkenalkan saya Umi Agus Farida dari Kalsel mohon izin bertanya, sering kali menulis fiksi itu susah bagi saya terutama dalam hal tanda-tanda baca, bagaimana menyikapi hal ini? Terimakasih.

Jawab

Menurut saya Bu Umi menulis saja terus sampai selesai, jangan sampai berhenti hanya karena faktor tanda-tanda baca. Setelah selesai, Bu Umi bisa minta bantuan teman misalkan guru Bahasa Indonesia untuk membatu mengedit tulisan Bu Umi. Kita serahkan ke ahlinya. Teman kita juga pasti akan senang karena nanti di sampul buku tertulis nama Beliau sebagai editor, kita senang, Beliau juga senang dan buku kita juga terbit. Semangat melahirkan buku Bu Umi.

 

P2 :

Saya Widuri Permata AR dari Lombok Barat, kebetulan saya ikut tantangan Prof. Eko Indrajit di Februari Romantis. Judul sudah diterima, kesulitan saya sekarang adalah dalam mengisi urutan bab dan sub judul bab. Bab 1 itu tentang apa, kedua, ketiga dan seterusnya. Takut salah karena tidak memiliki pengalaman dan rasa kurang percaya diri. Kemudian kesulitan juga mencari literatur. Mohon pencerahannya.

Jawab

 Selamat malam Bu Widuri Permata. nama yang indah sekali. Selamat telah ikut tantangan Prof Eko, bergerak terus dan pantang mundur sebelum terbit buku. Untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan banyak membaca materi-materi yang sesuai judul yang ibu ajukan. Dengan banyak membaca, pasti akan muncul ide. Di saat ide muncul segera tuliskan. Selain membaca, Bu Umi bisa menyaksikan konten-konten di you tube. Insha Allah pasti akan timbul ide untuk menulis isi buku tersebut secara lengkap. Konten-konten di you tube banyak sekali yang memberi kita ide dan sifatnya kekinian.

 

 P 3 :

Saya Mada dari Bali. Saya BM 24, baru mau tanya bunda, dari Cv bunda ada buku :

1.     Digital Brochure Mengasah Kemampuan Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z.

2.     Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi (Karya bersama Prof Eko).

3.     Selaksa Hikmah dari Tarokan (Karya bersama siswa-siswa).

4.     Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa).

5.     Cergam Panji Asmarabangun and Dewi Sekartaji.

6.     Modul Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IX.

7.     Menulis Artikel populer di majalah online

Pertanyaannya : Dari tujuh buku tersebut mana yang paling laku?

Jawab

Terima kasih Kak Mada dari Bali yang luar biasa. Yang nomer 2, terus terang karena ada nama besar Prof Eko di buku tersebut.

 

 P4 :

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Selamat malam bunda master Musiin dan bapak master Dail. Perkenalkan saya Lely Suryani gel 23 dari Banjarnegara.Ijin bertanya: pada tahalan pra tulis ada tahapan membuat  mind Mapping. Mohon dijelaskan, bagaimana cara membuat mind mapping tersebut dan bentuk kongkritnya seperti apa ?Terima kasih.

Jawab

 Wa alaiku salam Wr. Wb. Selamat malam Ibu Lely dari Banjarnegara. Mind mapping adalah membuat peta konsep.Peta konsep ini semacam kerangka tulisan atau bentuk awal dari tulisan kita. Peta konsep ini berisi ide utama, ide pendukung, sumber data, bentuk data yang kita tampilkan dll. Jadi ini mendorong kita untuk berkreasi mengembangkan ide kita.Silakan dicoba. Semoga sukses.

 

P5 :

Saya Ramadany Puspita Sari dari Surabaya.  Saat membuat cerita jika sudah ditentukan Temanya, saya dengan mudah menjabarkan menjadi cerita tetapi saya kesulitan membuat judul...saya ingin judul yang menarik sehingga pembaca penasaran....mohon bimbingannya.

Jawab

Terima kasijh Ibu Ramadany, pertanyaan yang luar biasa. Judul itu menggambarkan isi cerita. Supaya pembaca itu tertarik, buatlah judul itu semenarik mungkin, mudah diingat dan menggambarkan isi dari buku itu. Saya pernah membaca buku dengan judul Normal is Boring. Judul itu menggambarkan sesuatu yang anti mainstream. Pembaca pasti tertarik karena kalimat normal is boring. Yang perlu diingat jangan sampai judul tersebut menarik namun menyesatkan, artinya antara judul dan isi tidak sesuai.

 

P6 :

Assalamualaikum... Nama : Dwi Yanti, Asal: Pemalang

Pertanyaan: Bagaimana untuk menghilangkan rasa tidak percaya diri serta mengembangkan ide untuk menjadi tulisan yang bagus dan manfaat? Terimakasih.

Jawab

Wa alaikum salam, Terima kasih Bu Dwi Yanti dari Pemalang. Rasa percaya diri dan minder itu datangnya dari diri kita sendiri. Nomer satu buku yang ditulis terbit dahulu. Dengan terbit sebuah buku akan memupuk rasa percaya diri untuk menulis lagi.

Ide yang datang harus kita kembangkan supaya bermakna, caranya dengan banyak membaca dan melihat fenomena yang terjadi saat ini. Kita harus pandai mengaitkan peristiwa masa lalu dengan kondisi saat ini dan yang akan datang. Tulisan yang terupdate dengan pembaharuan pasti diminati banyak orang dan bermanfaat.

 P7 :

Saya Riki dari Pandeglang, BM 23. Ijin bertanya ;

Ada 2 buku yang ibu jadi editornya :

1.    Kaulah Sosok Inspiratif di Hatiku ( Antologi Sosok Inspiratif)

2.    Kisah Penyemangat Kalbu (Antologi Penyuluh Agama)

Mana lebih mudah antara nulis bareng Prof Ekoji atau Editor ? dan mana yang lebih bikin ibu enjoy?

Jawab

Terima kasih Ibu Riki. Mana yang lebih menarik? Semua proses bagi saya selalu menarik, karena setiap momen yang ada tidak akan datang 2 kali. Kita nikmati semuanya. Ketika menulis buku kita harus pandai menuangkan ide agar ide tersebut menarik pembaca. Kita harus bisa membangun jembatan antara kita penulis dan pembaca melalui tulisan. Jika kita menjadi editor kita harus bisa menerjemahkan makna yang ditulis penulis. Tulisan bagus namun tidak mengurangi makna yang ingin disampaikan penulis.

 

P8:

Assalamu'alaikum w.w.

Mohon izin Bu Musiin ..salam kenal ternyata ngajarnya di SMPN 1 Tarokan Kediri..dekat dengan rumah ibu saya di Kedungombo Tanjunganom Nganjuk. Saya ingin bertanya, suka duka menjadi penulis terutama saat menulis buku bersama Prof Ekoji. Kendala apa yg terbesar yg ibu rasakan?

Berkaitan dgn Pembuatan buku Non-fiksi, lalu dikaitkan dgn Materi2 di Channel nya Prof Ekoji, tentunya kudu banyak referensi..bagaimana cara mendapatkan referensi yang berbahasa Indonesia tapi sesuai dgn materi yg akan kita pilih di channel itu? Terima kasih atas jawabannya. A'am dari Bantul asli Nganjoek

Jawab

Terima kasih pertanyaannya. Tantangan menulis bersama Prof. Eko adalah mengembangkan ide tulisan kita. Silakan buka channel Prof Eko, pilih materi yang menarik dan sesuai dengan minat kita. Langkah selanjutnya cari referensi sesuai dengan materi yang disampaikan Prof. Eko sebanyak-banyaknya. Ide-ide itu akan menarik jika dihubungkan dengan yang terjadi saat ini di sekitar kita. Refernsi banyak kita dapatkan di internet atau juga bisa berkunjung ke toko buku. Di Kediri ada toko Gramedia yang bisa digunakan untuk wisata literasi. Semoga tetap semangat.

 

 P9 :

Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB gelombang 23 bertanya: Seperti yang dikatakan ibu Musiin: mengalahkan diri sendiri adalah kunci dalam menghasilkan karya tulisnya. Di atas juga sudah dikatakan bahwa motivasinya mewariskan ilmu, melihat karya di pajang di toko buku dan sekaligus sebagai pengembangan profesi guru.

Pertanyaan saya:

1.     Apakah semudah itu ibu langsung meloncat dan berkarya sehingga menjadi pemenang yaitu berhasil membuat buku seminggu bersama Prof Eko atau memang sudah ada modal khusus. Apa itu?

2.     Saya juga ikut tantangan Prof Eko. Namun ada ketakutan saya dalam melengkapi data termasuk referensi.

Ada beberapa link yang bisa saya cari. Apakah cukup itu? Kalau buku fisik, jujur di daerah kami masih kurang. Terimakasih.

Jawab

Selamat malam Pak Frans. Betul sekali, saya tidak lantas tiba-tiba menjadi pandai menulis dalam 1 minggu. Sebelumnya saya memang suka menulis karena saya suka membaca. Membaca dan menulis itu korelasinya sangat kuat. Dengan membaca kita berlatih untuk kritis dan kreatif. Saya suka menulis namun tidak saya cetak menjadi buku. Momen di kelas Om Jay adalah batu loncatan untuk tampil menjadi pemenang mengalahkan ketakutan dari dalam diri. Di internet banyak sekali artikel, e book, jurnal online yang bisa diunduh secara gratis. Bapak juga bisa menggunakan Mendeley, software pengelola referensi untuk memperkaya tulisan Bapak.Surat kabar juga banyak yang terbit secara online, itu juga bisa digunakan untuk referensi. Setelah hujan pasti akan terbit pelangi yang indah. Ayo semangat dari Lombok.Ketika buku itu terbit di tengah keterbatasan pasti akan menjadi sesuatu yang luar biasa untuk episode perjalanan hidup kita.

 

Mari kita menjadi PEMENANG DAN MENGUKIR NAMA KITA SEBAGAI BAGIAN DARI SEJARAH PERADABAN MANUSIA

(Musiin, M.Pd.)


  RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN...