Saturday, September 10, 2022

                                               PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

Resume ke-9, Gelombang 27

Jumat, 9 September 2022

Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku

Oleh

Dail Ma’ruf, M.Pd,

Menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa. Menulis adalah menuangkan gagasan, pikiran, dan ide ke dalam sebuah tulisan. Modal utama seorang penulis adalah memiliki motivasi menulis. Lasa (2005: 114) berpendapat bahwa motivasi merupakan upaya penggunaan hasrat yang paling dalam untuk mencapai sasaran, membantu inisiatif, bertindak efektif, dan bertahan dalam menghadapi kegagalan. Hal tersebut senada dengan pendapat Hamalik (2003:158) yang menyatakan bahwa motivasi merupakan perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi adalah kekuatan, baik dari dalam maupun luar yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya (Uno, 2007: 1).

Banyak orang sebenarnya memiliki gagasan yang cemerlang namun tidak memiliki motivasi untuk menulis apalagi menerbitkan buku. Ada juga orang yang pada awalnya memiliki motivasi menulis tinggi tapi di tengah jalan kehilangan motivasinya untuk menulis sehingga tulisan tergeletak begitu saja yang artinya gagal untuk menerbitkan buku. Motivasi yang menurun atau bahkan hilang, bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam ataupun dari luar. Faktor-faktor tersebut antara lain, tidak punya tujuan menulis yang jelas, kurangnya pemahaman manfaat menulis, terlalu sibuk dengan pekerjaannya, jarang membaca tulisan orang lain, merasa bosan dengan suasana, sumber referensi tidak lengkap, terlalu memaksakan diri, terlalu membandingkan diri dengan penulis lain, kendala Kesehatan, dll.

Berikut adalah 16 kiat agar kita memiliki motivasi kuat untuk menulis yang dipaparkan oleh Bapak Dail Ma’ruf.

Cari tahu tujuan menulis

Tujuan adalah penjabaran visi dan misi, biasanya mencakup hal-hal yang ingin dicapai dan dihasilkan dari suatu tindakan. Sedangkan, umumnya tujuan menulis adalah menginformasikan, mendidik, membujuk, dan menghibur pembaca.

Bila Anda ingin menulis, maka Anda harus memiliki tujuan membuat karya tulis tersebut sehingga Anda paham hal yang ingin dicapai dari kerja keras membuat tulisan tersebut. Karena, menulis tak hanya sekadar menuangkan isi hati dan imajinasi pikiran, tapi juga harus ada tujuan yang ingin dicapai.

Selalu ingat tujuan awal kita menulis apa?

Cara kedua untuk meningkatkan motivasi menulis adalah mengingat kembali tujuan awal ingin menulis. Selain memiliki tujuan menulis, Anda pasti sudah memiliki tujuan ingin menjadi penulis ketika pertama kali bertekad menulis.

Tekad dan tujuan awal menjadi penulis itu mungkin perlahan sudah mengikis dan terlupakan. Hal ini bisa terjadi karena rasa malas dan bosan menulis. Bila Anda sudah berada di posisi ini, artinya Anda perlu intropeksi diri dan Kembali mengingat tujuan awal ingin menjadi penulis.

Ingatlah, setiap penulis pasti memiliki tujuan berbeda dan tak ada yang salah. Tujuan awal menjadi penulis ini sangat penting untuk memberikan dorongan dan meningkatkan motivasi menulis. Tapi, Anda harus menciptakan tujuan awal menjadi penulis yang kuat. Jadi, tujuan awal ini ibarat vitamin yang akan dibutuhkan penulis ketika mulai merasa tak bersemangat lagi.

Cari tahu manfaat menulis dan Membaca

Menulis tak hanya menuangkan isi hati dan menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan banyak manfaat kepada penulis, sama halnya dengan membaca. Sayangnya, tak semua penulis menyadari manfaat menulis dan membaca ini.

Menulis bisa menjadi wadah untuk mengekspresikan ide-ide, pemikiran dan imajinasi Anda untuk menginspirasi orang lain. Selain itu, menulis dan membaca juga bermanfaat untuk melatih cara berpikir, meluruskan pandangan, memperkaya wawasan kita dan meningkatkan imajinasi serta kreativitas.

Kedua kegiatan ini sangat kuat hubungannya karena menulis tanpa menjadi seorang pembaca adalah kenekatan belaka. Apa yang kita tulis akan semakin baik bila diperkaya dengan banyak bacaan atau literasi. maka penulis yang baik otomatis adalah pembaca yang baik pula.

Atur Manajemen waktu menulis

Manajemen waktu adalah proses pengendalian waktu berdasarkan suatu rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dan dipertimbangkan berdasarkan kemungkinan yang harus dikontrol dalam prosesnya agar maksimal.

Manajemen waktu yang buruk bisa menjadi salah satu faktor menurunkan motivasi menulis. Karena tanpa manajemen waktu yang tepat, maka proses menulis tidak akan efektif dan maksimal.

Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda dalam menulis. Ada orang yang bisa fokus lama menulis hingga berjam-jam, ada yang kuat hanya hanya kuat 30 menit sampai 1 jam saja. Jadi, jika yang tidak kuat berjam-jam, bisa menyambungnya hingga selesai.

Cari dan baca karya orang lain

Membaca karya tulis milik orang lain adalah salah satu cara untuk meningkatkan motivasi menulis. Karena, membaca karya milik orang lain yang sukses di pasaran akan membantu menambah referensi sekaligus menumbuhkan rasa ingin mencapai posisi yang sama.

Cari suasana yang berbeda dalam menulis

Suasana Ketika menulis salah satu faktor yang bisa menghambat proses menulis dan menurunkan motivasi menulis. Umumnya, suasana yang tidak nyaman dan membosankan akan menjadi pemicu menurunkan motivasi menulis.

Karena itu, Anda harus mencari suasana baru untuk menulis ketika mulai merasa bosan. Bila Anda lebih nyaman menulis di kamar tetapi bosan, Anda bisa merombak tata ruang kamar agar lebih terlihat berbeda dan baru sehingga menumbuhkan semangat baru.

Gabung dalam komunitas penulis

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan dan biasanya memiki ketertarikan yang sama.

Carilah wadah menulis

Wadah menulis adalah media atau tempat untuk menuangkan ide-ide dan imajinasi Anda dalam bentuk tulisan. Anda akan mersakan dampak manfaat menulis ketika tulisan Anda dibaca oleh orang lain daripada hanya tersimpan di laptop atau komputer.

Perbanyak bahan-bahan tulisan

Bahan-bahan tulisan adalah sumber atau referensi yang menjadi acuan untuk menulis. Salah satu penyebab penulis mengalami penurunan motivasi menulis adalah bahan-bahan tulisan yang tidak lengkap.

Saat Anda kehabisan bahan-bahan tulisan, maka Anda akan mulai merasa bingung melanjutkan tulisan.  

 Cobalah tantang diri sendiri dengan membuat tulisan yang berani

Menantang diri sendiri sebagai penulis adalah cara untuk meningkatkan motivasi menulis dengan mengukur kemampuan diri sendiri. Anda tak akan tahu kualitas dan kemauan Anda menulis, bila tulisan Anda tak pernah dibaca orang lain.

Anda akan lebih bergairah menulis untuk mencapai target tujuan. Anda juga akan lebih memahami dan mengambil pembelajaran dari setiap kegagalan. Ingatlah, tidak akan penulis sukses yang tidak pernah gagal dalam prosesnya.

Jangan harapkan pujian

Pujian adalah menyatakan sesuatu yang positif tentang seseorang dengan tulus dan sejujurnya. Pujian adalah suatu ucapan yang membuat orang yang mendengarnya terasa tersanjung.

Jangan terburu-buru menulis

Penulis biasanya memiliki jadwal maupun target untuk tulisannya. Target ini berfungsi membantu penulis konsisten menulis, selalu bersemangat untuk menulis.

Berpikir positif tentang tulisan

Cara meningkatkan motivasi menulis yang tak kalah penting adalah membiasakan diri untuk selalu berpikir positif. Secara tak langsung, pikiran yang positif bisa menjadi doa baik sekaligus membentuk atau mendorong semngat menulis.

Pikiran positif juga membantu membentuk karakter penulis. Salah satunya, mencoba mensugesti diri dengan hala-hal yang positif.

Jangan memaksakan diri

Memaksakan diri, artinya menuntut atau meminta diri sendiri melakukan sesuatu secara paksa atau tidak sesuai dengan keinginan terdalam. Memaksakan diri untuk terus menulis salah satu hal yang bisa menurunkan motivasi menulis.

Anda mungkin pernah berpikir semakin sering menulis, maka semakin tinggi pula motivasi Anda untuk menulis. Tapi, terlalu memaksakan diri untuk terus menulis ketika ingin istirahat juga bukan pilihan terbaik.

Jangan bandingkan diri dengan orang lain

Membaca karya tulis milik orang lain atau idola Anda memang akan membantu mendorong semangat menulis, mendapatkan ide atau inspirasi dan memperkaya pemulihan kata Ketika menulis.

Perhatikan kesehatan

Kesehatan harus menjadi perhatian utama dalam pekerjaan apapun. Saat Anda merasa kurang bersemangat dan kehilangan motivasi menulis, coba perhatikan kesehatan Anda yang mungkin kurang baik. Bagi penulis, kesehatan mental dan emosi adalah dua hal yang harus menjadi perhatian utama karena pikiran akan lebih jernih untuk menulis ketika Kesehatan mental penulis baik. Selain kesehatan mental, kesehatan fisik juga harus menjadi perhatian karena pasti akan berdampak pada pikiran yang kurang fokus ketika menulis.

Jika sudah suka dan pede menulis, jaga motivasi itu.

Dengan menulis kita punya buku. Dengan punya buku, kita menjadi orang yang ilmunya terus mengalir. Dengan buku tersebut, sudah menjadi bukti bahwa kita pernah ada. 

3.      

      

No comments:

Post a Comment

  RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN...