PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Resume ke-9, Gelombang 27
Jumat, 9 September 2022
Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku
Oleh
Dail Ma’ruf, M.Pd,
Menulis adalah salah satu keterampilan
berbahasa. Menulis adalah menuangkan gagasan, pikiran, dan ide ke dalam
sebuah tulisan. Modal utama seorang penulis adalah memiliki motivasi menulis. Lasa (2005:
114) berpendapat bahwa motivasi merupakan upaya penggunaan hasrat yang paling
dalam untuk mencapai sasaran, membantu inisiatif, bertindak efektif, dan
bertahan dalam menghadapi kegagalan. Hal tersebut senada dengan pendapat
Hamalik (2003:158) yang menyatakan bahwa motivasi merupakan perubahan energi
dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan
reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi adalah kekuatan, baik dari dalam maupun
luar yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan tertentu yang telah
ditetapkan sebelumnya (Uno, 2007: 1).
Banyak orang sebenarnya memiliki gagasan yang cemerlang namun
tidak memiliki motivasi untuk menulis apalagi menerbitkan buku. Ada juga orang
yang pada awalnya memiliki motivasi menulis tinggi tapi di tengah jalan
kehilangan motivasinya untuk menulis sehingga tulisan tergeletak begitu saja yang
artinya gagal untuk menerbitkan buku. Motivasi yang menurun atau bahkan hilang,
bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam ataupun dari luar. Faktor-faktor
tersebut antara lain, tidak punya tujuan menulis yang jelas, kurangnya pemahaman
manfaat menulis, terlalu sibuk dengan pekerjaannya, jarang membaca tulisan
orang lain, merasa bosan dengan suasana, sumber referensi tidak lengkap,
terlalu memaksakan diri, terlalu membandingkan diri dengan penulis lain,
kendala Kesehatan, dll.
Berikut adalah 16 kiat agar kita memiliki motivasi kuat untuk menulis yang dipaparkan oleh Bapak Dail Ma’ruf.
Cari tahu tujuan menulis
Tujuan adalah penjabaran visi dan misi,
biasanya mencakup hal-hal yang ingin dicapai dan dihasilkan dari suatu
tindakan. Sedangkan, umumnya tujuan menulis adalah menginformasikan, mendidik,
membujuk, dan menghibur pembaca.
Bila Anda ingin menulis, maka Anda
harus memiliki tujuan membuat karya tulis tersebut sehingga Anda paham hal yang
ingin dicapai dari kerja keras membuat tulisan tersebut. Karena, menulis tak
hanya sekadar menuangkan isi hati dan imajinasi pikiran, tapi juga harus ada
tujuan yang ingin dicapai.
Selalu ingat tujuan awal kita menulis
apa?
Cara kedua untuk meningkatkan motivasi
menulis adalah mengingat kembali tujuan awal ingin menulis. Selain memiliki
tujuan menulis, Anda pasti sudah memiliki tujuan ingin menjadi penulis ketika
pertama kali bertekad menulis.
Tekad dan tujuan awal menjadi penulis
itu mungkin perlahan sudah mengikis dan terlupakan. Hal ini bisa terjadi karena
rasa malas dan bosan menulis. Bila Anda sudah berada di posisi ini, artinya
Anda perlu intropeksi diri dan Kembali mengingat tujuan awal ingin menjadi
penulis.
Ingatlah, setiap penulis pasti memiliki
tujuan berbeda dan tak ada yang salah. Tujuan awal menjadi penulis ini sangat
penting untuk memberikan dorongan dan meningkatkan motivasi menulis. Tapi, Anda
harus menciptakan tujuan awal menjadi penulis yang kuat. Jadi, tujuan awal ini
ibarat vitamin yang akan dibutuhkan penulis ketika mulai merasa tak bersemangat
lagi.
Cari tahu manfaat menulis dan Membaca
Menulis tak hanya menuangkan isi hati
dan menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan banyak manfaat kepada
penulis, sama halnya dengan membaca. Sayangnya, tak semua penulis menyadari
manfaat menulis dan membaca ini.
Menulis bisa menjadi wadah untuk
mengekspresikan ide-ide, pemikiran dan imajinasi Anda untuk menginspirasi orang
lain. Selain itu, menulis dan membaca juga bermanfaat untuk melatih cara
berpikir, meluruskan pandangan, memperkaya wawasan kita dan meningkatkan
imajinasi serta kreativitas.
Kedua kegiatan ini sangat kuat
hubungannya karena menulis tanpa menjadi seorang pembaca adalah kenekatan
belaka. Apa yang kita tulis akan semakin baik bila diperkaya dengan banyak
bacaan atau literasi. maka penulis yang baik otomatis adalah pembaca yang baik
pula.
Atur Manajemen waktu menulis
Manajemen waktu adalah proses
pengendalian waktu berdasarkan suatu rangkaian kegiatan yang telah direncanakan
dan dipertimbangkan berdasarkan kemungkinan yang harus dikontrol dalam prosesnya
agar maksimal.
Manajemen waktu yang buruk bisa menjadi
salah satu faktor menurunkan motivasi menulis. Karena tanpa manajemen waktu
yang tepat, maka proses menulis tidak akan efektif dan maksimal.
Setiap orang memiliki kebiasaan yang
berbeda dalam menulis. Ada orang yang bisa fokus lama menulis hingga
berjam-jam, ada yang kuat hanya hanya kuat 30 menit sampai 1 jam saja. Jadi,
jika yang tidak kuat berjam-jam, bisa menyambungnya hingga selesai.
Cari dan baca karya orang lain
Membaca karya tulis milik orang lain adalah salah
satu cara untuk meningkatkan motivasi menulis. Karena, membaca karya milik
orang lain yang sukses di pasaran akan membantu menambah referensi sekaligus
menumbuhkan rasa ingin mencapai posisi yang sama.
Cari suasana yang berbeda dalam menulis
Suasana Ketika menulis salah satu faktor
yang bisa menghambat proses menulis dan menurunkan motivasi menulis. Umumnya,
suasana yang tidak nyaman dan membosankan akan menjadi pemicu menurunkan
motivasi menulis.
Karena itu, Anda harus mencari suasana
baru untuk menulis ketika mulai merasa bosan. Bila Anda lebih nyaman menulis di
kamar tetapi bosan, Anda bisa merombak tata ruang kamar agar lebih terlihat
berbeda dan baru sehingga menumbuhkan semangat baru.
Gabung dalam komunitas penulis
Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari
beberapa organisme yang berbagi lingkungan dan biasanya memiki ketertarikan
yang sama.
Carilah wadah menulis
Wadah menulis adalah media atau tempat untuk
menuangkan ide-ide dan imajinasi Anda dalam bentuk tulisan. Anda akan mersakan
dampak manfaat menulis ketika tulisan Anda dibaca oleh orang lain daripada
hanya tersimpan di laptop atau komputer.
Perbanyak bahan-bahan tulisan
Bahan-bahan tulisan adalah sumber atau
referensi yang menjadi acuan untuk menulis. Salah satu penyebab penulis
mengalami penurunan motivasi menulis adalah bahan-bahan tulisan yang tidak
lengkap.
Saat Anda kehabisan bahan-bahan
tulisan, maka Anda akan mulai merasa bingung melanjutkan tulisan.
Cobalah tantang diri sendiri dengan membuat
tulisan yang berani
Menantang diri sendiri sebagai penulis
adalah cara untuk meningkatkan motivasi menulis dengan mengukur kemampuan diri
sendiri. Anda tak akan tahu kualitas dan kemauan Anda menulis, bila tulisan
Anda tak pernah dibaca orang lain.
Anda akan lebih bergairah menulis untuk
mencapai target tujuan. Anda juga akan lebih memahami dan mengambil
pembelajaran dari setiap kegagalan. Ingatlah, tidak akan penulis sukses yang
tidak pernah gagal dalam prosesnya.
Jangan harapkan pujian
Pujian adalah menyatakan sesuatu yang positif
tentang seseorang dengan tulus dan sejujurnya. Pujian adalah suatu ucapan yang
membuat orang yang mendengarnya terasa tersanjung.
Jangan terburu-buru menulis
Penulis biasanya memiliki jadwal maupun target
untuk tulisannya. Target ini berfungsi membantu penulis konsisten menulis,
selalu bersemangat untuk menulis.
Berpikir positif tentang tulisan
Cara meningkatkan motivasi menulis yang
tak kalah penting adalah membiasakan diri untuk selalu berpikir positif. Secara
tak langsung, pikiran yang positif bisa menjadi doa baik sekaligus membentuk
atau mendorong semngat menulis.
Pikiran positif juga membantu membentuk
karakter penulis. Salah satunya, mencoba mensugesti diri dengan hala-hal yang
positif.
Jangan memaksakan diri
Memaksakan diri, artinya menuntut atau
meminta diri sendiri melakukan sesuatu secara paksa atau tidak sesuai dengan
keinginan terdalam. Memaksakan diri untuk terus menulis salah satu hal yang
bisa menurunkan motivasi menulis.
Anda mungkin pernah berpikir semakin
sering menulis, maka semakin tinggi pula motivasi Anda untuk menulis. Tapi,
terlalu memaksakan diri untuk terus menulis ketika ingin istirahat juga bukan
pilihan terbaik.
Jangan bandingkan diri dengan orang
lain
Membaca karya tulis milik orang lain atau idola
Anda memang akan membantu mendorong semangat menulis, mendapatkan ide atau
inspirasi dan memperkaya pemulihan kata Ketika menulis.
Perhatikan kesehatan
Kesehatan harus menjadi perhatian utama dalam
pekerjaan apapun. Saat Anda merasa kurang bersemangat dan kehilangan motivasi
menulis, coba perhatikan kesehatan Anda yang mungkin kurang baik. Bagi penulis,
kesehatan mental dan emosi adalah dua hal yang harus menjadi perhatian utama
karena pikiran akan lebih jernih untuk menulis ketika Kesehatan mental penulis
baik. Selain kesehatan mental, kesehatan fisik juga harus menjadi perhatian
karena pasti akan berdampak pada pikiran yang kurang fokus ketika menulis.
Jika sudah suka dan pede menulis, jaga motivasi itu.
Dengan menulis kita punya buku. Dengan punya buku, kita menjadi orang
yang ilmunya terus mengalir. Dengan buku tersebut, sudah menjadi bukti bahwa
kita pernah ada.
3.

No comments:
Post a Comment