PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Senin, 19 September 2022
Proofreading Sebelum Menerbitkan
Tulisan
Oleh
Susanto, S.Pd.
Buat beberapa orang, menulis adalah hal yang mudah sehingga
mereka mampu menghasilkan karya berupa artikel, karya ilmiah, tulisan fiksi,
nonfiksi, dsb. dengan waktu yang cepat. Ide dengan cepat mengalir begitu saja.
Namun, sebagai manusia biasa kadang tak luput dari kesalahan penulisan misalnya
kesalahan ejaan, keefektifan kalimat, kohesi dan koherensi, kesalahan ketik,
dsb. Semua itu terjadi karena beberapa faktor, misalnya terlalu cepat atau
terburu-buru dalam menulis, ketidaktahuan penulis, atau faktor lainnya. Tentu
saja jika ada kesalahan tulisan, misal kesalahan ejaan, namun langsung ditayangkan ke pembaca tanpa
dibaca atau diteliti dahulu bisa mengakibatkan pembaca mengalami kebingungan
dalam pemahaman bacaan tersebut. Oleh karena itu, langkah penting yang dilakukan oleh penulis sebelum
menerbitkan tulisan untuk publik, baik artikel di koran, media online, maupun dalam
bentuk buku adalah dengan melakukan proofreading.
Proofreading atau
uji baca adalah aktivitas memeriksa
kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Ini
adalah tahap paling akhir dari proses penulisan. Dalam dunia editor proofreading disebut
juga swasunting. Orang yang melakukan uji baca disebut dengan proofreader. Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau
tanda baca saja. Namun, seorang proofreader juga harus bisa memastikan
bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami. Oleh
karena itu, dia harus dapat mengenali:
1.
apakah sebuah
kalimat efektif atau tidak,
2.
susunannya
sudah tepat atau belum,
3.
substansi
sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak.
Sebagai penulis, bertindaklah sebagai pembaca. Adapun
langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Merevisi draf awal teks. Membuat perubahan
signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan, atau menghapus seluruh
bagian.
2. Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa, dan kalimat
serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
3. Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang
benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat
yang ambigu.
4. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit. Perhatikan pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI, konsistensi nama dan ketentuannya. Perhatikan juga judul bab dan penomorannya. Hindarilah kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh tulisan di Kompasiana:
Pada hari Minggu, 18-09-2022 suamiku bersama teman-temannya. Mengadakan
memancing ikan mas. Biasanya hari libur digunakan untuk libur bersama.
Penjelasan
Kalimat kedua merupakan kalimat yang belum selesai. Kalimat tersebut
memerlukan subjek. Perbaikan kalimat tersebut adalah
Pada hari Minggu tanggal 18 September 2022, suamiku memancing ikan mas bersama teman-temannya. Biasanya, hari libur digunakan untuk libur bersama.
Teruslah menulis. JANGANLAH TAKUT dengan kesalahan ejaan dan sebagainya.
Untuk itu, pedomanilah KBBI dan PUEBI. Lakukanlah proofreading terhadap
tulisan kita sebelum tulisan kita diterbitkan atau ditayangkan.

No comments:
Post a Comment