Thursday, September 22, 2022

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI


Resume ke-13, Gelombang 27

Senin, 19 September 2022

 

Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Oleh

Susanto, S.Pd.

Buat beberapa orang, menulis adalah hal yang mudah sehingga mereka mampu menghasilkan karya berupa artikel, karya ilmiah, tulisan fiksi, nonfiksi, dsb. dengan waktu yang cepat. Ide dengan cepat mengalir begitu saja. Namun, sebagai manusia biasa kadang tak luput dari kesalahan penulisan misalnya kesalahan ejaan, keefektifan kalimat, kohesi dan koherensi, kesalahan ketik, dsb. Semua itu terjadi karena beberapa faktor, misalnya terlalu cepat atau terburu-buru dalam menulis, ketidaktahuan penulis, atau faktor lainnya. Tentu saja jika ada kesalahan tulisan, misal kesalahan ejaan,  namun langsung ditayangkan ke pembaca tanpa dibaca atau diteliti dahulu bisa mengakibatkan pembaca mengalami kebingungan dalam pemahaman bacaan tersebut. Oleh karena itu, langkah penting yang dilakukan oleh penulis sebelum menerbitkan tulisan untuk publik, baik artikel di koran, media online, maupun dalam bentuk buku adalah dengan melakukan proofreading.

Proofreading atau uji baca  adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Ini adalah tahap paling akhir dari proses penulisan.  Dalam dunia editor proofreading disebut juga swasunting. Orang yang melakukan uji baca disebut dengan proofreader. Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca saja. Namun, seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami. Oleh karena itu, dia harus dapat mengenali:

1.        apakah sebuah kalimat efektif atau tidak,

2.        susunannya sudah tepat atau belum,

3.        substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak.

Sebagai penulis, bertindaklah sebagai pembaca. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

1.    Merevisi draf awal teks. Membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan, atau menghapus seluruh bagian.

2.  Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa, dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.

3.  Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

4.     Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit. Perhatikan pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI,  konsistensi nama dan ketentuannya. Perhatikan juga judul bab dan penomorannya. Hindarilah kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh tulisan di Kompasiana:

Pada hari Minggu, 18-09-2022 suamiku bersama teman-temannya. Mengadakan memancing ikan mas. Biasanya hari libur digunakan untuk libur bersama.

Penjelasan

Kalimat kedua merupakan kalimat yang belum selesai. Kalimat tersebut memerlukan subjek. Perbaikan kalimat tersebut adalah

Pada hari Minggu tanggal 18 September 2022, suamiku memancing ikan mas bersama teman-temannya. Biasanya, hari libur digunakan untuk libur bersama.                              

Teruslah menulis. JANGANLAH TAKUT dengan kesalahan ejaan dan sebagainya. Untuk itu, pedomanilah KBBI dan PUEBI. Lakukanlah proofreading terhadap tulisan kita sebelum tulisan kita diterbitkan atau ditayangkan.

 

No comments:

Post a Comment

  RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN...