Wednesday, September 28, 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

                                              Resume ke-17, Gelombang 27

Rabu, 28 September 2022


Mengenal Penerbit Indie

Oleh

Mukminin, S.Pd.,M.Pd.

Tulisan memiliki banyak manfaat bagi banyak orang lain. Melalui tulisan, kita dapat menginformasikan segala sesuatu, baik itu fakta, data maupun peristiwa termasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa agar khalayak pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru tentang berbagai hal yang dapat maupun yang terjadi di muka bumi ini. Tidak hanya itu, ilmu yang bermanfaat yang kita tuangkan dalam tulisan bisa menjadi amal jariyah kita. Islam mengenal amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus. Orang yang melakukan amalan jariyah semasa hidupnya akan mendapatkan pahala meski telah meninggal.

Dari situlah, kita menyadari bahwa menulis itu penting. Untuk mengabadikannya, kita bisa mencetaknya menjadi sebuah buku.

Di zaman sekarang, sebagai penulis pemula, menerbitkan buku bukanlah hal yang sulit. Asal ada kemauan untuk menulis, karya kita bisa dibukukan. Kita bisa bekerjasama dengan penerbit indie (independen) untuk menerbitkan buku. Namun, kalau kita sudah terampil menulis dan tahu pangsa pasar, kita bisa menerbitkan buku kita melalui penerbit mayor.

Nah, pada malam ini, kita akan belajar bersama, Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd. yang memiliki nama pena Cak Inin. Topik malam ini yang akan Beliau sampaikan adalah “Mengenal Penerbit Indie.”

Untuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis. Ada banyak kata-kata agar kamu terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya. Kata-kata Mutiara sebagai motivasi diri:

1. "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib.

2.      "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". - Imam Al-Ghazali. 

Seorang yang ingin  bisa menulis dan menerbitkan buku,  perlu memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5 tahapan yg harus dilalui:

1. Prawriting

a. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dengan peka terhadap sekitar (Pay attention).

b. Penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.

c. Penulis banyak membaca buku.

2. Drafting

Penulis mulai membuat Draf (outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan menulis naskah buku sesuai  draf tadi. 

Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai (pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dengan penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

3. Revisi

Setelah naskah selesai, maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang,   naskah mana yang perlu ditambahkan.

4.    Editting/ Swasunting

Setelah naskah kita revisi, maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit. Oleh karena itu, penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EBBI.

5.    Publikasi 

Jika tulisan Anda yang berupa naskah buku sudah yakin, Anda memasuki tahap publikasi atau penerbitan  buku.

Penerbit buku ada dua macam. Pertama penerbit mayor dan kedua penerbit indhie. Berikut perbedaannya.

1.        Jumlah Cetakan di penerbit

a.    Penerbit Mayor

Penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

b.    Penerbit Indie

Penerbit indie hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD (Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.        Pemilihan naskah yang diterbitkan

a.    Penerbit Mayor

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

b.   Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.      Profesionalitas

a.    Penerbit Mayor

Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

b.    Penerbit Indie

Penerbit indie pun professional. Namun, banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah, cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus).

4.    Waktu Penerbitan

a.         Penerbit Mayor

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

b.         Penerbit Indie

Penerbit indie akan segera memproses naskah yang diterima dengan cepat. Dalam hitungan minggu, buku sudah bisa terbit karena penerbit indie tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Penerbit indie menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

4.      Royalti

a.         Penerbit Mayor

Kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

b.         Penerbit Indie

Umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, instagram, wa grup, twitter, status, dll.

5.      Biaya penerbitan

a.         Penerbit Mayor

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.

b.         Penerbit Indie

Berbayar sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda karena pelayanan dan mutu buku yang diterbitkan tidak sama.

Untuk menerbitkan naskah, kita bisa memilih penerbit mayor atau penerbit minor/penerbit indie. Salah satu alternatif untuk menerbitkan buku lewat penerbit minor/penerbit indie, kita bisa menerbitkan lewat KAMILA PRESS LAMONGAN. Penerbit ini melayani cetak buku, dengan jasa ISBN,  editing,  lay out, dan  design cover buku  dengan harga terjangkau.

Syarat-syarat penerbitan di KAMILA PRESS LAMONGAN:

1. Kirimkan naskah lengkap mulai judul, kata pengantar, daftar isi, naskah daftar isi, daftar pustaka, biodata penulis dg fotonya dan sinopsis.

2. Ketik  A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran fon 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf Arial, calibri atau  Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA Bapak Mukimin (081330944498) atau email gusmukminin@gmail.com.

Selain melayani penerbitan buku, penerbit KAMILA PRESS LAMONGAN juga melayani cetak ulang dari penerbit lain.

Adapun fasilitas yang didapat dengan menerbitkan di KAMILA PRESS LAMONGAN adalah dibuatkan cover buku, layout, edit, sertifikat penulis buku, PO buku. Dapat buku ISBN sesuai pesanan. Cetak 10 dapat 10 buku yang 2 buku ke PERPUSNAS tanggung jawab Kamila Press.

Berikut rincian biaya penerbitan buku lewat KAMILA PRESS LAMONGAN

Harga Penerbitan buku di Kamila Press Lamongan ( harga sewaktu-waktu bisa berubah).

Biaya Cetak buku  A5, kertas Bookpapar (coklat halus) atau HVS putih  (termasuk biaya ISBN, Layuot, edit, cover buku, PO buku, sertifikat). Minimal cetak 10 buku mulai 1 SEPTEMBER 2022.

CETAK BUKU A5:

A. 60 halaman:

  Cetak 10 buku/ eksp. =  645.000, plus ongkir

Biaya Cetak buku  A5, kertas "Bookpapar (coklat halus)", termasuk biaya ISBN, layuot, edit, cover buku.

B. 70 halaman

    Cetak 10 buku/eksp.= 665.000, plus ongkir

C. 85 halaaman

     Cetak 10 buku = 673.000, plus ongkir

D.  90 halaman

      Cetak 10 buku = 728.000, plus ongkir

E. 100 halaman

     Cetak 10 buku = 738.000, plus ongkir

F. 125 halaman

     Cetak 10 buku = 764.000, plus ongkir

G. 150 halaman

      Cetak 10 buku = 815.000, plus ongkir

H. 200 halaman

     Cetak 10 buku = 855.000, plus ongkir

I.  250 halaman

    Cetak 10 buku = 915.000, plus ongkir

J.  300 halaman

    Cetak 10 buku = 970.000, plus ongkir

H. 350 halaman

     Cetak 10 buku = 1.120.000, plus ongkir

I.  400 halaman

    Cetak 10 buku = 1.170.000, plus ongkir 

J.  450 halaman

    Cetak 10 buku = 1.220.000, plus ongkir

k. 500 halaman

     cetak 10 = 1.270.000, plus ongkir

Setelah cetak 10 buku dengan jumlah halaman dan harga tersebut, maka lebihnya dihitung harga cetak ulang (cetakan buku ke-11, dst.)

1.  Cetak buku 60 halaman, harga @ 22.000

2. Cetak buku 70-75  halaman, harga  @23.000

3. Cetak buku 100 halaman, harga @ 25. 000

4. Cetak buku 140 halaman, harga @ 30.000

5. Cetak buku 150 halaman, harga @ 31.000

6. Cetak buku   250 halaman, harga @ 42.000

7. Cetak buku  300 halaman, harga @ 47.000

8. Cetak 320 halaman, harga @ 48.000

9. Cetak 340 halaman, harga @ 50.000

10.Cetak 360 halaman, harga  @ 52.000

11. Cetak 380 halaman, harga  @ 55.000

12. Cetak 400 halaman, harga @ 57.000

13. Cetak 420 halaman, harga @ 59.000

14. Cetak 440 halaman, harga @  62.000

15. Cetak 480 halaman, harga @  65.000

16. Cetak 500 halaman, harga @ 67.000

Contoh buku cetakan KAMILA PRESS LAMONGAN



Tuesday, September 27, 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

Resume ke-16, Gelombang 27

Senin, 26 September 2022

Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

Oleh

Yulius Roma Patandean, S.Pd.

Pengalaman berharga adalah Kejenuhan.”Saya pernah berbincang dengan salah seorang guru berprestasi tingkat nasional. Beliau mengatakan akan ada waktunya Bapak akan jenuh menulis jika tidak memiliki tujuan. Jika tujuan menulis hanya sebatas ikut lomba, setelah lomba tersebut, niat menulis akan menurun. Dan itu yang beliau alami. Saya juga kadang jenuh karena keterbatasan waktu dan kesibukan,” Tutur Bapak Yulius Roma Patandean. Tidak hanya kejenuhan yang menjadi tantangan menulis. Mengedit atau memperbaiki naskah juga dapat menjadi tantangan tersendiri karena bisa saja memperbaiki naskah lebih sulit daripada menulis naskah. Setelah naskah ditulis, perlu untuk diedit atau diperbaiki baik dari segi isi, tata tulis, maupun dari segi tata bahasanya. Semua itu dilakukan agar karya atau tulisan tersebut menjadi sistematis. Ada banyak cara yang efektif dalam mengedit dan menyusun buku. Berikut adalah langkah-langkah yang dipaparkan oleh Bapak Yulius Roma Patandean agar buku yang disusun sistematis.

1.    Gunakan mendeley

Salah satu cara efektif dalam mengedit dan menyusun naskah buku secara sistematis ialah menggunakan Mendeley. Tetapi pada akhirnya, keberhasilan akan menjadi tanggung jawab penulis ketika ia berusaha untuk mengembangkan gaya dan proses yang sesuai untuk dirinya, terutama bagi kita selaku penulis pemula.

2.    Carilah referensi dari berbagai sumber

Kita bisa mencari referensi, bantuan penulisan, dengarkan saran, baca contoh-contoh tulisan dari penulis pemula yang telah berhasil, tetapi hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mulai menulis. Tuliskan beberapa kata dan lanjutkan....terus menulis dan "buktikan apa yang terjadi," kata Omjay.

3.    Hadapi tantangan dalam menulis

Akan ada banyak percobaan dan kekeliruan serta kejenuhan yang akan dialami, tetapi pada titik tertentu, kita hanya perlu menulis. Berhasilnya tulisan tidak akan pernah terjadi jika kita tidak mencobanya, termasuk mengedit naskahnya.

4.    Temukan apa yang kita sukai dan inginkan

Ketika kita menulis, kita akan menemukan apa yang kita sukai. kita akan memutuskan urutan apa yang ingin dilakukan, dan kita akan mempelajari alat dan perangkat lunak penulisan mana yang paling cocok untuk kita gunakan. Dengan tujuan, akan membuat naskah buku lebih mudah untuk diselesaikan.

5.    Gunakan fasilitas dari Microsoft Word

Untuk menikmati menulis dan mengedit naskah, kita dapat menggunakan fasilitas yang murah meriah dari Microsoft Word. Berikut cara menggunakan fasilitas tersebut antara lain sebagai berikut.

a.    Cara Membuat daftar isi, kutipan, Indeks, dan daftar pustaka agar rapi, kita bisa melihat tutorialnya lewat alamat you tube berikut!

          https://youtu.be/eePQwyHAcjw

b.     Cara membuat Judul, Bab, dan Sub Judul Tulisan pada buku secara otomatis dapat dilihat pada link you tube berikut!

https://youtu.be/jXPr59aWJSc

6.    Perlunya keterampilan menyusun naskah

Sebuah buku yang bagus tidak akan pernah membuahkan hasil jika kita tidak memiliki ide buku yang bagus pula untuk memulainya. Kita dapat menulis sesuatu dengan ide apa pun, tetapi terkadang ide itu tidak cukup untuk menyelesaikan keseluruhan buku. Maka, keterampilan menyusun naskah buku yang berserakan sangat penting karena itu akan membantu menyambungkan ide-ide dari bab-bab yang ada.

Ide bagus bisa datang dari mana saja. Dari kalimat di buku lain hingga percakapan yang kita dengar,atau bisa saja ketiak sedang menikmati secangkir kopi Toraja hangat, seperti malam ini.

7.    Cari cara dan gaya sendiri dalam menulis

Setiap penulis memiliki proses yang berbeda, dan proses tersebut akan berkembang dan berkembang terus ketika kita terus menulis. Jika kita adalah penulis pemula, pertimbangkanlah bahwa “saya harus bisa menerbitkan buku solo pertama saya” dengan cara dan gaya saya sendiri. Itu akan sangat berkesan dan bernilai.

8.    Mengedit naskah

Mengedit naskah buku adalah salah satu sesi yang paling akan membosankan, memakan waktu, dan sering membuat frustrasi dalam proses penulisan. Oleh karena itu, temukanlah gaya/cara dalam mengedit naskah. Setelah kita menemukan gaya/cara mengedit naskah tulisan dan melakukannya beberapa kali, tentunya kita akan memiliki wawasan sendiri untuk terus dipraktekkan dan kalau perlu dibagikan kepada orang lain. Dunia menulis terus berkembang, dan siapa pun yang telah menulis, entah buku solo, antologi, fiksi atau non fiksi, pastinya akan memiliki pengalaman berharga untuk dilakukan dan dibagikan.

 

“Seorang penulis lima buku kemungkinan besar lebih terkenal daripada penulis yang hanya menerbitkan satu buku. Agar lebih dikenal dan mendapatkan lebih banyak, maka sering-seringlah menulis dan mempublikasikan. Bapak/ibu dapat menulis 1-3 buku yang diterbitkan sendiri setiap tahun dengan ide yang bersumber dari keadaan di sekitarnya,” ujar Bapak Yulius Roma Patandean.


Saturday, September 24, 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

                                                  

                                               Resume ke-15, Gelombang 27

Jumat, 22 September 2022

 

Konsep Buku NonFiksi

Oleh

Musiin, M.Pd. 

Menulis bukanlah keterampilan yang mudah karena dari berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara apalagi semudah bergosip. Walaupun demikian, banyak pula orang yang berhasil menulis dan menerbitkan buku. Mengapa demikian? Kata kuncinya adalah kemauan.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Seiring berjalannya waktu, banyak pengetahuan yang diperoleh dan banyak pula pengalaman yang dilalui baik itu pengalaman pahit atau manis. Asalkan ada kemauan, semua bisa diabadikan menjadi tulisan yang dicetak dalam bentuk buku.

Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS. Selain itu, seorang penulis harus menemukan alasan yang kuat mengapa ingin jadi penulis. Hal-hal berikut dapat dijadikan alasan yang kuat untuk menulis.

1.     Mewariskan ilmu lewat buku.

2.     Keinginan memiliki buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko online maupun ofline.

3.     Mengembangkan profesi sebagai guru.

4.     Mendorong diri sendiri untuk terus

Menulis Buku Nonfiksi

Buku nonfiksi adalah sebuah bentuk buku yang berisi karangan atau tulisan yang sifatnya berupa informasi dan penulisnya memiliki tanggung jawab atas isi kebenaran isi buku tersebut yang diambil dari peristiwa, orang, tempat atau fakta informasi di dalam buku tersebut. Berikut ini adalah contoh-contoh buku nonfiksi,

1.     Buku Pedoman

2.     Buku Teks

3.     Buku Pelajaran

4.     Buku Motivasi

5.     Buku Filsafat

6.     Buku Sains Populer

7.     Kamus

8.     Ensiklopedia

9.     Biografi

10.  Otobiografi

11.  Memoar

 

 Adapun ciri-ciri buku nonfiksi adalah sebagai berikut

1.    menggunakan bahasa yang baku atau formal,     

2.    menggunakan bahasa yang denotatif,

3.    isi buku berkaitan dengan fakta,

4.    tulisan bersifat ilmiah popular,

5.    hasil penemuan atau yang sudah ada.

 

Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1.  Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit).

Contoh: Buku Pelajaran

2.    Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses).

       Contoh: Buku Panduan

3.    Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara).

Lima langkah penulisan buku nonfiksi

1.      Pratulis

a.     Menentukan tema

untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, berita di media massa, status facebook/twitter/whatsapp/Instagram, imajinasi, mengamati lingkungan, perenungan, membaca buku, survey, wawancara.

Untuk itu kita harus selalu terus membaca, dan berpikir kritis. Tujuannya adalah kita bisa menangkap fenomena alam, maupun sosial dengan cerdas

b.     Menemukan ide

c.      Merencanakan jenis tulisan

d.     Mengumpulkan bahan tulisan

e.     Bertukar pikiran

f.       Menyusun daftar

g.     Meriset

h.     Membuat Mind Mapping

i.       Menyusun kerangka

2.      Menulis Draf

a.     Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas.

b.     Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan.

3.      Merevisi Draf

a.     Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian.

b.     Memeriksa gambaran besar dari naskah.

4.      Menyunting Naskah

Untuk menyunting naskah, pedoman yang digunakan adalah KBBI dan PUEBI. Perhatikan ejaan, tata Bahasa, diksi, data dan fakta, legalitas dan norma.

5.    Menerbitkan

 



  RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN...