PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Resume ke-27, Gelombang 27
Jumat, 21 Oktober 2022
Membuat Cover Buku yang Menarik
Oleh
Fajar Tri Laksono, M.Pd.
Cover buku adalah
bagian yang penting dari sebuah buku. Cover buku berfungsi untuk menginformasikan judul buku, penulis,
penerbit, tahun terbit, dan ada juga yang menyertakan edisi bukunya. Cover
buku adalah wajah buku. Oleh karena itu, diperlukan tampilan yang menarik.
Cover buku bisa dikatakan menarik jika dapat memcerminkan isi buku, ilustrasi
sesuai tema atau judul, perpaduan warna dan gambarnya juga yang sesuai. Tidak
tanggung-tanggung, dari penampilan cover yang menarik tersebut ternyata dapat
mendongkrak penjualan buku.
Pembuatan cover memang bisa langsung diserahkan ke penerbit.
Namun, kalau sudah masuk penerbit, keinginan penulis kadang tidak bisa
dikomunikasikan sehingga cover yang dibuat oleh penerbit tidak sesuai dengan
ekspektasi penulis. Solusinya ialah kita bisa meminta bantuan untuk mengubah cover dengan bantuan seseorang yang
ahli di bidangnya. Secara otomatis kita juga harus mengeluarkan biaya tambahan.
Untuk biaya mulai 75.000 sampai 225.000 atau bahkan lebih, tergantung dari
kualitas dan detail desainnya. Solusi kedua yaitu kita bisa membuat desain
cover buku sendiri.
Untuk membuat cover buku, dapat dilakukan dengan beberapa
aplikasi grafis yaitu
1.
Corel DRAW
Aplikasi
ini dapat digunakan untuk finishing.
2.
Photoshop
Aplikasi
ini digunakan jika ada kaitannya dengan foto.
3.
Ilustrator
Aplikasi
ini digunakan untuk menggambar.
Dengan canggihnya
aplikasi-aplikasi grafis, seorang desain cover bisa mengubah gambar maupun
warna sesuai keinginan. Aplikasi-aplikasi tersebut ada yang versi trial
(gratisan) dan ada yang berbayar atau pro. Fitur yang disediakan antara yang versi
trial (gratisan) dan versi berbayar relative sama. Namun, kekurangan seri
trial (gratisan) hanya bertahan selama 30 hari. Setelah itu tidak bisa
digunakan sehingga harus mendownload ulang.
Sebetulnya untuk
membuat cover buku juga bisa menggunakan aplikasi canva. Namun, Bapak Fajar Tri
Laksono kurang menyarankan karena canva hanya templete, Beliau mengatakan bahwa
sifatnya tidak unik dan pasaran. Bisa saja cover yang penulis pakai saat ini
sudah pernah dipakai penulis lain.
Hal lain yang perlu
diingat bahwa untuk membuat desain buku dengan tujuan komersial harus
memperhatikan lisensi. Sebagai desainer cover harus berhati-hati agar cover
yang dibuat tidak melanggar lisensi. Jika melanggar lisensi tentu sama saja
dengan melanggar hak cipta. Dengan adanya pelanggaran hak cipta, tentu penulis
bisa terkena sanksi hukum yang berlaku. Pelanggaran hak cipta menurut Undang-undang Nomor
28 Tahun 2014 adalah sanksi pidana penjara dan pidana denda, sebagai mana bunyi
Pasal 112, setiap orang yang dengan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dan/atau Pasal 52 untuk penggunaan secara
komersial, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).
Selain sanksi itu,
konsekuensi lainnya adalah buku yang telah dicetak akan ditarik dari pasaran
dan tidak boleh diperjualbelikan lagi. Tentu ini sangat merugikan diri sendiri.
Bagaimana dengan
gambar-gambar yang ada di google?
Ternyata sebagai
desain cover juga tidak boleh asal ambil gambar yang ada di internet karena gambar
yang ada di goolgle juga memiliki hak cipta. Dengan ambil gambar sembarangan,
itu sama saja dengan melanggar lisensi. Oleh karena itu, untuk tujuan
komersial, sebagai desain cover bisa membeli gambar di market place
internasioanal seperti freepik dan pikbest.com. Sama halnya dengan aplikasi
grafis, freepik juga ada yang gratisan ada pula yang berbayar. Untuk
kepentingan komersial, desain cover harus menggunakan akun premium yang berbayar
sehingga tidak ada pelanggaran lisensi. Demikian juga dengan pikbest.com.

No comments:
Post a Comment