Tuesday, November 1, 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

 Resume ke-30, Gelombang 27

Jumat, 28 Oktober 2022


Digitalisasi Gerakan Literasi Sekolah

Oleh

Bambang Purwanto, S.Kom.Gr.

Kemajuan teknologi memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia. Tidak bisa dipungkiri, dampak negatif digitalisasi masih mendominasi kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dari penyalahgunaan internet seperti pelanggaran privasi, bias realitas, ujaran kebencian, radikalisme hingga penyebaran berita bohong atau hoaks. Ada banyak faktor yang memicu masalah tersebut. Beberapa diantaranya adalah rendahnya karakter yang dimiliki seseorang, kurang pahamnya etika dalam bermedia sosial,  ketidaktahuan atau kurang pahamnya tentang Undang-Undang ITE, dsb. Salah satu pemicu faktor-faktor tersebut adalah rendahnya literasi. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan untuk beradaptasi pada era digitalisasi ini. Canggihnya teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu cara untuk menghindari dampak negatif teknologi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada era digitalisasi ini adalah dengan menerapkan gerakan literasi.

Di sekolah, gerakan literasi  sudah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2015 melalui Permendikbud No. 23 Tahun 2015 mengenai penumbuhan budi pekerti. Dari situlah, lahir sebuah gerakan membaca 15 menit sebelum belajar.

Seiring perkembangan zaman, literasi juga mengalami kemajuan, yaitu beralih ke bentuk digital.  Digitalisasi adalah proses pengalihan informasi dalam bentuk analog ke bentuk digital. Proses pengalihan dilakukan dengan menggunakan teknologi digital, sehingga informasi bisa diperoleh dan ditransmisikan melalui peralatan dan jaringan internet.

Harjono (2018) berpendapat bahwa literasi digital merupakan perpaduan dari keterampilan teknologi informasi dan komunikasi, berpikir kritis, keterampilan bekerja sama (kolaborasi), dan kesadaran sosial.

 

 

Banyak sekolah yang sudah mulai menerapkan literasi digital. Salah satu sekolah tersebut adalah SMP Taruna Bakti, Bandung. Pada tahun 2019, SMP Taruna Bakti mendapatkan Anugerah Widya Pratama Sekolah Berbudaya Literasi Kategori Utama dari Dinas Pendidikan Kota Bandung. Semua itu, berkat kerja keras Bapak Bambang Purwanto, S.Kom.Gr. atau yang akrab disapa dengan Mr.Bams. Pada saat itu, Beliau adalah ketua tim literasi SMP Taruna Bakti. Beliau juga mendapat penghargaan sebagai Penerima Anugerah Widya Pratama Tahun 2019 Penggiat Literasi dari Dinas Pendidikan Kota Bandung. Beliau akan berbagi pengalamannya khususnya tentang Gerakan Literasi Sekolah dan Digitalisasinya yang dilaksanakan di SMP Taruna Bakti Bandung.

1.    Gerakan Literasi Sekolah yang dilaksanakan di SMP Taruna Bakti Bandung mengacu Permendikbud No. 23 Tahun 2015. Kegiatan tersebut ialah gerakan membaca 15 menit sebelum pelajaran di mulai.

2.   Literasi di SMP Taruna Bakti sudah berbasis digital. Website literasi SMP Taruna Bakti yaitu http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/. Sebelumnya website pernah menggunakan wordpress.com. Kini website ini sudah menggunakan domain yang sama dengan web sekolah.

3.        Kegiatan literasi di SMP Taruna Bakti meliputi kegiatan sebagai berikut.

Senin : Membaca Kitab Suci

http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/laporan-input-literasi-harian-siswa-senin-24-oktober-2022/

Selasa : Menyimak Cerita Melalui Youtube

http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/laporan-input-literasi-harian-siswa-selasa-25-oktober-2022/

Rabu : Membaca Buku Pilihan Sendiri

http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/laporan-input-literasi-harian-siswa-selasa-25-oktober-2022-2/

Kamis : Menyimak Cerita (Bahasa Inggris/Bahasa Sunda)

http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/laporan-input-literasi-harian-siswa-kamis-20-oktober-2022/

Jumat : Curhat

http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/laporan-input-literasi-harian-siswa-jumat-14-oktober-2022/

4.        Cerita Hikmah yang dilakukan Selasa dan Kamis, disimpan juga di website

http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/cerita-pagi-27-oktober-2022/

atau lengkapnya bisa dilihat disini

http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/category/cerita-pagi/

5.        Setiap guru yang memiliki blog atau website bisa dijadikan media untuk mendukung pembelajaran yang diampu. Mr. Bams menggunakan website untuk media pembelajaran, menyimpan Refleksi Diri, dokumentasi Kegiatan OSIS-MPK (sesuai tugas, saat ini sebagai Pembina OSIS dan MPK), dan tulisan yang lainnya.

Setiap siswa dapat mengakses sesuai kelasnya masing-masing. Dalam website ini, setiap siswa bisa menuliskan refleksi diri di akhir pembelajaran. Setiap siswa bisa menuliskan hasil belajar, mulai dari apa yang didapat, apa yang masih menjadi kesulitan dan diberikan ruang untuk memberikan masukan kepada Mr. Bams sebagai guru. Beliau  akan memberikan point 10 bagi yang menuliskan refleksi diri. Poin akan terus diakumulasikan. Refleksi Diri (RD) bagi Mr. Bams menjadi sebuah tempat untuk ruang bagi siswa untuk menuliskan apa yang mereka rasakan. Menulis memang butuh latihan, inilah salah satu tempat bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis. Poin yang diperoleh oleh siswa bisa menunjukan tingkat kedisiplinan. Ini menjadi kebiasaan bagi siswa. Setiap poin akan menujukan kesungguhan setiap siswa.

Kegiatan literasi yang dilaksanakan di sekolah manapun harus mendapat dukungan dari semua pihak di sekolah. Lakukan dukungan literasi baik ada surat tugas maupun tidak. Menjadi relawan literasi menjadi sebuah kekuatan diri untuk bisa membumikan literasi di sekolah bahkan di masyarakat,” tutur Mr.Bams.

No comments:

Post a Comment

  RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN...