Monday, January 24, 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 


Resume ke-2, Gelombang 23 dan 24

Rabu, 19 Januari 2022

Menjadikan Menulis Sebagai Passion

Oleh

Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.

 

Pelatihan Belajar Menulis PGRI dimulai pada hari Rabu, 19 Januari 2022, pukul 19.00 sampai pukul 21.00 WIB melalui daring grup WA Belajar Menulis. Adapun kegiatan dibagi menjadi 4 sesi yaitu perkenalan, paparan materi, tanya jawab, dan penutup.

Acara ini, dipandu oleh seorang moderator yang bernama Ibu Helwiyah, sedangkan yang menjadi narasumbernya ialah Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. yang biasa disapa dengan Bunda Kanjeng. Beliau merupakan lokomotif dari serangkaian gerbong antologi dari beberapa kelas yang dimotori oleh Om Jay.

Profil Bunda Kanjeng adalah sbb.

1.      S1 di FKIP Bahasa Inggris UNS

2.      S2 di UMS

3.      Seorang guru pegiat literasi nusantara

4.      Menulis 21 buku

5.      Editor sejak tahun 2019

6.      Pengurus PGRI Surakarta Jawa Tengah

7.      Motivator

8.      Blogger

9.      Hobi silahturahmi, travelling, dan membaca

10.  WhatsApp 089692593804

11.  Email : astutianamudjono@gmail.com

12.  Instagram :@astutianamudjono

13.  FB : Sri Sugiastuti 

Bunda Kanjeng memotivasi peserta dengan mengatakan bahwa kalau Bapak Ibu singgah di blognya  yang sederhana, pasti Bapak ibu akan terinspirasi dan termotivasi  karena yang Beliau tulis di blog merupakan curahan hati dan sekadar berbagi bahwa dengan menulis kita mendapatkan banyak manfaat.

Bagi Bunda Kanjeng, blog adalah rumah tulisan sekaligus tempat Beliau memarkir tulisan dan setelah  dipoles dan dilengkapi,  tulisan-tulisan di blog berubah menjadi  sebuah buku. Berapa buku yang Beliau hasilkan ketika Beliau berusia 50 tahun.

Alasan Beliau memilih tema Writing is my passion karena suatu gairah itu tidak akan pernah padam. Kita selalu bergairah menulis dan menulis. Orang yang memiliki gairah biasanya kreatif, penuh semangat dan selalu bahagia karena memiliki banyak harapan. Dan yang paling terpenting, Bapak ibu hebat harus bangga dengan potensi diri yang dimiliki. Ketika kita hadir di dunia, kita adalah pemenang. Sudah diberi talenta dan akal sehat. Kita tinggal mengasah dan melejitkan potensi tersebut. Hal tersebut sudah Beliau buktikan. Selain itu, Bapak Ibu sudah banyak yang membuktikan saat merasa menjadi penulis pemula tidak bisa menulis, merasa bukan siapa-siapa, tetapi saat Beliau beri tantangan menjadi  kurator atau  menulis naskah Antologi ternyata sukses.

Bunda kanjeng menjelaskan bahwa menulis bisa menjadi passion yang menjanjikan karena

a.         Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir.

b.        Hingga hari ini, profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara social.

Namun ada kendala yang dihadapi antara lain, merasa tidak bakat menulis, tidak memiliki waktu, tidak memiliki ide, tidak mau dikritik, dan tidak suka menulis.

Kita harus menulis dengan alasan lebih filosofis dan berhubungan dengan nilai, visi, dan misi hidup kita di dunia.

Kapan kita mulai menulis? Secepatnya! Kita harus niatkan untu membuat karya yang asli dari diri kita.

Motivasi menulis, “khoirunnas anfa’uhum linnas”

(sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain).

Langkah-langkah menjadi penulis yang baik

1.        Read

Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita)

2.        Discuss

Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri.

Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat.

3.        Look and Feel

Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media

4.        Socialize

Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap? 

Persiapan Menulis

a.        Menggali dan Menemukan Gagasan/Ide

Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka.

Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

b.        Menentukan Tujuan, Genre, dan Segmen Pembaca

Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan.

Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketabl

c.         Menentukan Topik

Misalnya, tujuan menulis untuk memberikan informasi yang benar tentang kesehatan. Genrenya tulisan populer. Jika sasarannya adalah orang tua (manula), maka penulis bisa

menentukan tulisan misalnya dengan topik “Hidup sehat di usia senja”.

d.        Membuat Outline

Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.

e.        Mengumpulkan Bahan Materi / Buku

Hal itu dilakukan agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan.Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.

Setelah sesi tanya jawab selesai, peserta diminta untuk membuat resume dan dikumpulkan pada link yang disediakan.

No comments:

Post a Comment

  RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN...