PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Resume ke-2, Gelombang 23 dan 24
Rabu, 19 Januari 2022
Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Oleh
Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.
Pelatihan Belajar Menulis PGRI dimulai pada hari Rabu, 19 Januari 2022, pukul 19.00 sampai pukul 21.00 WIB melalui daring grup WA Belajar Menulis. Adapun kegiatan dibagi menjadi 4 sesi yaitu perkenalan, paparan materi, tanya jawab, dan penutup.
Acara ini, dipandu oleh seorang moderator yang bernama Ibu Helwiyah, sedangkan yang menjadi narasumbernya ialah Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. yang biasa disapa dengan Bunda Kanjeng. Beliau merupakan lokomotif dari serangkaian gerbong antologi dari beberapa kelas yang dimotori oleh Om Jay.
Profil Bunda Kanjeng adalah sbb.
1.
S1 di FKIP Bahasa Inggris UNS
2.
S2 di UMS
3.
Seorang guru pegiat literasi nusantara
4.
Menulis 21 buku
5.
Editor sejak tahun 2019
6.
Pengurus PGRI Surakarta Jawa Tengah
7.
Motivator
8.
Blogger
9.
Hobi silahturahmi, travelling, dan membaca
10.
WhatsApp 089692593804
11.
Email : astutianamudjono@gmail.com
12.
Instagram :@astutianamudjono
13. FB : Sri Sugiastuti
Bunda Kanjeng memotivasi peserta dengan mengatakan bahwa kalau Bapak Ibu singgah di blognya yang sederhana, pasti Bapak ibu akan terinspirasi dan termotivasi karena yang Beliau tulis di blog merupakan curahan hati dan sekadar berbagi bahwa dengan menulis kita mendapatkan banyak manfaat.
Bagi Bunda Kanjeng, blog adalah rumah tulisan sekaligus tempat Beliau memarkir tulisan dan setelah dipoles dan dilengkapi, tulisan-tulisan di blog berubah menjadi sebuah buku. Berapa buku yang Beliau hasilkan ketika Beliau berusia 50 tahun.
Alasan Beliau memilih tema Writing is my passion karena suatu gairah itu tidak akan pernah padam. Kita selalu bergairah menulis dan menulis. Orang yang memiliki gairah biasanya kreatif, penuh semangat dan selalu bahagia karena memiliki banyak harapan. Dan yang paling terpenting, Bapak ibu hebat harus bangga dengan potensi diri yang dimiliki. Ketika kita hadir di dunia, kita adalah pemenang. Sudah diberi talenta dan akal sehat. Kita tinggal mengasah dan melejitkan potensi tersebut. Hal tersebut sudah Beliau buktikan. Selain itu, Bapak Ibu sudah banyak yang membuktikan saat merasa menjadi penulis pemula tidak bisa menulis, merasa bukan siapa-siapa, tetapi saat Beliau beri tantangan menjadi kurator atau menulis naskah Antologi ternyata sukses.
Bunda kanjeng menjelaskan bahwa
menulis bisa menjadi passion yang menjanjikan karena
a.
Kemampuan menulis
dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir.
b. Hingga hari ini, profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara social.
Namun ada kendala yang dihadapi antara lain, merasa tidak bakat menulis, tidak memiliki waktu, tidak memiliki ide, tidak mau dikritik, dan tidak suka menulis.
Kita harus menulis dengan alasan lebih filosofis dan berhubungan dengan nilai, visi, dan misi hidup kita di dunia.
Kapan kita mulai menulis? Secepatnya! Kita harus niatkan untu membuat karya yang asli dari diri kita.
Motivasi menulis, “khoirunnas anfa’uhum linnas”
(sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain).
Langkah-langkah menjadi penulis yang
baik
1.
Read
Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu
membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya
sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita)
2.
Discuss
Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali
muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan
orang lain atau dengan diri kita sendiri.
Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor
menulis yang tepat.
3.
Look and Feel
Baik secara langsung maupun apa yang
kita lihat dan baca di media
4.
Socialize
Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap?
Persiapan Menulis
a.
Menggali dan
Menemukan Gagasan/Ide
Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik
terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka.
Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif
yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.
b.
Menentukan
Tujuan, Genre, dan Segmen Pembaca
Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan
penting dalam menentukan warna tulisan.
Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang
kita hasilkan akan marketabl
c.
Menentukan Topik
Misalnya, tujuan menulis untuk memberikan informasi
yang benar tentang kesehatan. Genrenya tulisan populer. Jika sasarannya adalah
orang tua (manula), maka penulis bisa
menentukan tulisan misalnya dengan topik “Hidup sehat
di usia senja”.
d.
Membuat Outline
Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang
akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis,
kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.
e.
Mengumpulkan
Bahan Materi / Buku
Hal itu dilakukan agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan.Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.
Setelah sesi tanya jawab
selesai, peserta diminta untuk membuat resume dan dikumpulkan pada link yang
disediakan.
No comments:
Post a Comment