PELATIHAN BELAJAR
MENULIS PGRI
Resume ke-4, Gelombang 23 dan 24
Senin, 24 Januari 2022
How To be the F1
Oleh
Maesaroh, M.Pd.
Pelatihan Belajar Menulis PGRI memasuki pertemuan ke-4. Acara dipandu oleh
seorang moderator yang bernama Ibu Widya Setianingsih dan narasumbernya ialah
Ibu Maesaroh, M.Pd. Ibu Maesaroh, M.Pd. adalah seorang bloger, motivator, dan novelis. Beliau adalah guru muda yang
multitalenta. nama Panggungnya Blogger Millenial dan nama penanya Maydearly.
Beliau berasal dari Provinsi Banten, tepatnya dari Kota Lebak. Salah satu kota
yang kaya akan budaya. Di kenal dengan motto Lebak Unique karena mendiami
tempat yang benar-benar Unik. Suatu kekayaan lokal yang dimiliki adalah Tanah Baduy.
Ibu Widya
Setianingsih menyebut Ibu Maesaroh dengan The
Queen of Diction atau “Ratu Diksi” karena kepiawaian Beliau merangkai
kata-kata indah sarat makna. Kepiawaian Beliau dalam memainkan diksi terlihat
dari berbagai karya yang pernah di tulisnya. Salah satunya adalah puisi
berikut!
Senja Mengukir
Cinta
Oleh: Maesaroh
Deru angin dalam
semilir
Mengukir ruang
resah
Tentang senja
paling gulita
Yang membawa rasa
untuk dia.
Untuk rembulan
dalam temaram
Ku titipkan
singasana cinta
Berceloteh tentang
rindu
Yang bersembunyi
dalam diam.
Sunyi bertahta
dalam gelap
Hampa riak suara,
kelabu
Hanya menandu
rindu
Dari cinta yang
berselimut dingin.
Rasa cinta yang
tetap terjaga
Bak bersanding
dengan alam
Menjadi singgasana
keabadian
Membumi dengan
lubuk paling dalam.
Untuk dia, ku jaga
rasa
Memeluk rindu
seabad
Ku sampaikan dalam
maya
Agar terukir cerita paling menawan.
Lebak, 20 Juni 2021
Pada pertemuan
ke-4 ini, narasumber menyampaikan materi tentang bagaimana menulis resume yang
baik, dan menjadi F1.
Apa itu resume? Resume adalah ringkasan, ikhtisar (KBBI,2006:579). Resume berisi intisari atau pokok informasi tapi tidak menghilangkan detail atau bagian penting dari tulisan tersebut. Adapun fungsi resume adalah sebagai berikut!
Pada pertemuan
ke-4 ini, narasumber menyampaikan materi tentang bagaimana menulis resume yang
baik, dan menjadi F1.
Apa itu resume?
Resume adalah ringkasan, ikhtisar (KBBI,2006:579). Resume berisi intisari atau
pokok informasi tapi tidak menghilangkan detail atau bagian penting dari
tulisan tersebut. Adapun fungsi resume adalah sebagai berikut!
- . Menjadikan tulisan yang semulanya panjang lebar menjadi ringkas dan kaya makna.
- Tulisan yang ringkas, padat, dan penting akan mudah
diingat.
- Memudahkan materi karena telah terkonsep.
Pada awal penyampaian materi, Ibu Maesaroh menceritakan bahwa dirinya adalah alumni gelombang 18, yang pada saat itu menjadi pelopor penulis resume tercepat. Karena kecepatan itu, Beliau diberikan mandat untuk menjadi ketua kelas, hingga kemudian lulus di pertemuan 22, dengan durasi menulis buku dalam 2 hari.
Mengapa perlu cepat menulis di blog? Dalam pandangan narasumber, sebagai seorang bloger pemula kita perlu mengenalkan aroma tulisan kita pada khalayak ramai. “Saya selalu memiliki mind set, apabila kita menempatkan tulisan kita di urutan teratas, besar kemungkinan kita akan memiliki pengunjung paling banyak. Berkaca dari pengalaman saya, ketika berada di gelombang 18. Resume perdana saya pada pertemuan pertama ada di nomor 1, dan hal itu menarik minat seluruh peserta di WAG Menulis untuk berselancar di blog saya. Dalam waktu 24 jam, blog saya berhasil di kunjungi oleh 220 viewers dengan 54 komentar positif,”tutur Ibu Maesaroh.
Salah satu syarat di kelas pelatihan menulis ini adalah lulus dengan
melahirkan buku solo. Oleh karena itu, siapkan resume kita dengan baik, dengan
gaya menulis yang baik, agar ketika di edit menjadi sebuah buku, maka akan
menjadi buku yang berkualitas. Hal yang perlu ditekankan dalam penulisan resume
adalah esensi tulisan. Untuk memenuhi target tersebut, Ibu Maesaroh
menyampaikan:
- Amati materi dari Narasumber dengan baik.
- Modifikasi materi yang diberikan Narasumber. menjadi bahasa sendiri dengan kaidah penulisan yang baku.
- Hindari copy paste seluruh materi Narasumber.
- Kembangkan materi yang disampaikan Narasumber dengan relevansi materi dari luar yang related.
- Berikan kesimpulan di akhir penjabaran resume atau tepatnya sebelum kalimat penutup.
6. Yang terpenting dalam meresume adalah membuatnya
dengan gaya bahasa sendiri, agar tulisan kita memiliki seni yang khas.
Ketika menulis resume, gaya bahasa narasumber dapat kita modifikasi sesuai
dengan gaya bahasa kita. Janganlah sekali-kali mengkopi paste bahasa narasumber
secara menyeluruh. Jika akan meniru
bahasa narasumber, maka sisipkan kata, “Menurut Pak...” atau dengan tulisan
cetak miring. Selain itu, kembangkan materi dengan relevansi sumber lain yang
berhubungan dengan materi tersebut. Oleh karena itu, perlu kesiapan untuk
menulis resume. Setelah memaparkan materi dalam resume, berikanlah
kesimpulan/refleksi dari penjabaran materi yang diberikan.
Ibu Maesaroh memberikan trik cepat menulis resume yaitu
1.
Duduk 10 menit
sebelum kuliah dimulai.
a.
Siapkan laptop
b.
Sambung dengan WA
Web untuk mempermudah menulis.
2. Tulis narasi
pembuka yang related to materi yang
diberikan narasumber. Tulis narasi penutup yang memberikan kesimpulan dari
pemaparan materi.
3.
Tulis resume
dengan paragraf yang pendek-pendek.
Paragraf yang panjang cenderung membuat pembaca malas membaca.Jadi, tulis paragraf pendek-pendek saja untuk mengungkapkan informasi.
4.
Tulis bahasa
narasumber dengan gaya bahasa paralelisme.
Materi yang
disampaikan narasumber tulis kembali dengan bahasa parfrase, yaitu kalimat
pengulangan yang dikembangkan dengan bahasa sendiri, namun arti tetap sama.
Yang terpenting
dari menulis resume adalah membuatnya dengan gaya bahasa sendiri. Kenapa ini
menjadi keharusan? Sejatinya seorang penulis yang baik, adalah penulis yang
memiliki karakter dalam tulisannya. Sebagaimana Indonesia adalah negara yang
kaya akan keragaman bahasa, maka bahasa yang baik, adalah bahasa yang
mempertahankan keindahan bahasanya sendiri.
Sebagai penulis
pemula, kita harus memiliki karakter dalam tulisan kita. Karaketer tersebut
adalah kekhasan dalam bahasa tulisan. Jika demikian, tulisan kita akan
disenangi oleh orang lain.
Ibu Maesaroh
memaparkan bahwa untuk menjadi penulis handal, kita harus memupuk mental baja
dalam menulis dengan cara:
1. Tanamkan sikap percaya diri. Jangan merasa malu, karena tulisan yang kita
anggap jelek akan menjadi luar biasa bagi mereka yang tidak pernah belajar
menulis.
2. Siap dengan segala kritikan. Meskipun terkadang budaya memuji lebih
banyak dari budaya mengkritik, namun pujian itu harus membuat kita semakin
memperbaiki tulisan.
3.
Bangunlah tulisan
berbagai Blog.
Teruslah menulis
dan menulis dengan gaya sendiri. Dengan semakin menulis, kita akan semakin
terampil menulis dengan kekahasan sendiri sehingga orang akan mencari tulisan
kita.
“Jadilah Manusia cerdas yang siap menerima perubahan,” (Maydearly)
No comments:
Post a Comment