Wednesday, January 26, 2022

  •  

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

 



Resume ke-4, Gelombang 23 dan 24

Senin, 24 Januari 2022


How To be the F1

Oleh

Maesaroh, M.Pd. 

    Pelatihan Belajar Menulis PGRI memasuki pertemuan ke-4. Acara dipandu oleh seorang moderator yang bernama Ibu Widya Setianingsih dan narasumbernya ialah Ibu Maesaroh, M.Pd. Ibu Maesaroh, M.Pd. adalah seorang bloger, motivator, dan novelis. Beliau adalah guru muda yang multitalenta. nama Panggungnya Blogger Millenial dan nama penanya Maydearly. Beliau berasal dari Provinsi Banten, tepatnya dari Kota Lebak. Salah satu kota yang kaya akan budaya. Di kenal dengan motto Lebak Unique karena mendiami tempat yang benar-benar Unik. Suatu kekayaan lokal yang  dimiliki adalah Tanah Baduy.

    Ibu Widya Setianingsih menyebut Ibu Maesaroh dengan The Queen of Diction atau “Ratu Diksi” karena kepiawaian Beliau merangkai kata-kata indah sarat makna. Kepiawaian Beliau dalam memainkan diksi terlihat dari berbagai karya yang pernah di tulisnya. Salah satunya adalah puisi berikut!

Senja Mengukir Cinta

Oleh: Maesaroh


Deru angin dalam semilir

Mengukir ruang resah

Tentang senja paling gulita

Yang membawa rasa untuk dia.

 

Untuk rembulan dalam temaram

Ku titipkan singasana cinta

Berceloteh tentang rindu

Yang bersembunyi dalam diam.

 

Sunyi bertahta dalam gelap

Hampa riak suara, kelabu

Hanya menandu rindu

Dari cinta yang berselimut dingin.

 

Rasa cinta yang tetap terjaga

Bak bersanding dengan alam

Menjadi singgasana keabadian

Membumi dengan lubuk paling dalam.

 

Untuk dia, ku jaga rasa

Memeluk rindu seabad

Ku sampaikan dalam maya

Agar terukir cerita paling menawan.


Lebak, 20 Juni 2021

    Pada pertemuan ke-4 ini, narasumber menyampaikan materi tentang bagaimana menulis resume yang baik, dan menjadi F1.

    Apa itu resume? Resume adalah ringkasan, ikhtisar (KBBI,2006:579). Resume berisi intisari atau pokok informasi tapi tidak menghilangkan detail atau bagian penting dari tulisan tersebut. Adapun fungsi resume adalah sebagai berikut!

    Pada pertemuan ke-4 ini, narasumber menyampaikan materi tentang bagaimana menulis resume yang baik, dan menjadi F1.

    Apa itu resume? Resume adalah ringkasan, ikhtisar (KBBI,2006:579). Resume berisi intisari atau pokok informasi tapi tidak menghilangkan detail atau bagian penting dari tulisan tersebut. Adapun fungsi resume adalah sebagai berikut!

  1.        .    Menjadikan tulisan yang semulanya panjang lebar menjadi ringkas dan kaya makna.
  2.             Tulisan yang ringkas, padat, dan penting akan mudah diingat.
  3.              Memudahkan materi karena telah terkonsep.

    Pada awal penyampaian materi, Ibu Maesaroh menceritakan bahwa dirinya adalah  alumni gelombang 18, yang pada saat itu menjadi pelopor penulis resume tercepat. Karena kecepatan itu, Beliau diberikan mandat untuk menjadi ketua kelas, hingga kemudian lulus di pertemuan 22, dengan durasi menulis buku dalam 2 hari.      

                Mengapa perlu cepat menulis di blog? Dalam pandangan narasumber, sebagai seorang bloger pemula kita perlu mengenalkan aroma tulisan kita pada khalayak ramai. “Saya selalu memiliki mind set, apabila kita menempatkan tulisan kita di urutan teratas, besar kemungkinan kita akan memiliki pengunjung paling banyak. Berkaca dari pengalaman saya, ketika berada di gelombang 18. Resume perdana saya pada pertemuan pertama ada di nomor 1, dan hal itu menarik minat seluruh peserta di WAG Menulis untuk berselancar di blog saya. Dalam waktu 24 jam, blog saya berhasil di kunjungi oleh 220 viewers dengan 54 komentar positif,”tutur Ibu Maesaroh.


Salah satu syarat di kelas pelatihan menulis ini adalah lulus dengan melahirkan buku solo. Oleh karena itu, siapkan resume kita dengan baik, dengan gaya menulis yang baik, agar ketika di edit menjadi sebuah buku, maka akan menjadi buku yang berkualitas. Hal yang perlu ditekankan dalam penulisan resume adalah esensi tulisan. Untuk memenuhi target tersebut, Ibu Maesaroh menyampaikan:

  1.         Amati materi dari Narasumber dengan baik.
  2.        Modifikasi materi yang diberikan Narasumber. menjadi bahasa sendiri dengan kaidah penulisan yang           baku.
  3.      Hindari copy paste seluruh materi Narasumber.
  4.     Kembangkan materi yang disampaikan Narasumber dengan relevansi materi dari luar yang related.
  5.     Berikan kesimpulan di akhir penjabaran resume atau tepatnya sebelum kalimat penutup.

6.                 Yang terpenting dalam meresume adalah membuatnya dengan gaya bahasa sendiri, agar tulisan kita memiliki seni yang khas.

Ketika menulis resume, gaya bahasa narasumber dapat kita modifikasi sesuai dengan gaya bahasa kita. Janganlah sekali-kali mengkopi paste bahasa narasumber secara menyeluruh.  Jika akan meniru bahasa narasumber, maka sisipkan kata, “Menurut Pak...” atau dengan tulisan cetak miring. Selain itu, kembangkan materi dengan relevansi sumber lain yang berhubungan dengan materi tersebut. Oleh karena itu, perlu kesiapan untuk menulis resume. Setelah memaparkan materi dalam resume, berikanlah kesimpulan/refleksi dari penjabaran materi yang diberikan.

Ibu Maesaroh memberikan trik cepat menulis resume yaitu

1.         Duduk 10 menit sebelum kuliah dimulai.

a.         Siapkan laptop

b.         Sambung dengan WA Web untuk mempermudah menulis.

2.     Tulis narasi pembuka yang related to materi yang diberikan narasumber. Tulis narasi penutup yang memberikan kesimpulan dari pemaparan materi.

3.         Tulis resume dengan paragraf yang pendek-pendek.

Paragraf yang panjang cenderung membuat pembaca malas membaca.Jadi, tulis paragraf pendek-pendek saja untuk mengungkapkan informasi. 

4.         Tulis bahasa narasumber dengan gaya bahasa paralelisme.

Materi yang disampaikan narasumber tulis kembali dengan bahasa parfrase, yaitu kalimat pengulangan yang dikembangkan dengan bahasa sendiri, namun arti tetap sama.

    Yang terpenting dari menulis resume adalah membuatnya dengan gaya bahasa sendiri. Kenapa ini menjadi keharusan? Sejatinya seorang penulis yang baik, adalah penulis yang memiliki karakter dalam tulisannya. Sebagaimana Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman bahasa, maka bahasa yang baik, adalah bahasa yang mempertahankan keindahan bahasanya sendiri.

    Sebagai penulis pemula, kita harus memiliki karakter dalam tulisan kita. Karaketer tersebut adalah kekhasan dalam bahasa tulisan. Jika demikian, tulisan kita akan disenangi oleh orang lain.

    Ibu Maesaroh memaparkan bahwa untuk menjadi penulis handal, kita harus memupuk mental baja dalam menulis dengan cara:

1. Tanamkan sikap percaya diri. Jangan merasa malu, karena tulisan yang kita anggap jelek akan menjadi luar biasa bagi mereka yang tidak pernah belajar menulis.

2. Siap dengan segala kritikan. Meskipun terkadang budaya memuji lebih banyak dari budaya mengkritik, namun pujian itu harus membuat kita semakin memperbaiki tulisan.

3.    Bangunlah tulisan berbagai Blog.

    Teruslah menulis dan menulis dengan gaya sendiri. Dengan semakin menulis, kita akan semakin terampil menulis dengan kekahasan sendiri sehingga orang akan mencari tulisan kita.

“Jadilah Manusia cerdas yang siap menerima perubahan,” (Maydearly)

 

No comments:

Post a Comment

  RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN...