Friday, September 2, 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

Resume ke-5, Gelombang 27

Rabu, 28 Agustus 2022


Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Oleh

Noralia Purwa Yunita, M.Pd.


Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.

Pramudya Ananta Toer.

A.       Biodata Singkat

Narasumber Pelatihan Belajar Menulis PGRI pada pertemuan ke-5 adalah seorang guru muda hebat, berbakat dengan segudang karya dan prestasi. Beliau bernama Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd.  Lahir di Kudus, 12 Juni 1989. Kuliah program sarjana di Univeritas Negeri Semarang yang kemudian dilanjutkan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Beliau adalah seorang pengajar di SMPN 8 Semarang. Selain mengajar, juga aktif menjadi penulis di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, penulis di Penerbit Andi Offset, penulis dan Ambassador di penerbit Innovasi Publishing, salah satu tim admin di website guru penggerak, pengurus pena guru di yayasan guru nusantara, anggota komunitas koordinator virtual Indonesia (KKVI), anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Prakarya dan IPA, serta Pembimbing ekstrakurikuler KIR SMP. Menjadi narasumber diberbagai kelas menulis, telah menghasilkan buku solo sebanyak 17 buku dan berbagai artikel ilmiah.

B.       Paparan Materi

Karya ilmiah adalah sebuah tulisan yang berisi tentang serangkaian hasil pemikiran seseorang. Karya ilmiah biasanya diuraikan dalam bentuk laporan tertulis yang isinya memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim sesuai ketentuan yang berlaku.

Jenis-jenis karya ilmiah antara lain artikel ilmiah, laporan penelitian, makalah, skripsi, tesis, disertasi, dsb. Bagi seorang guru, karya ilmiah bukanlah sesuatu yang baru. Karena ketika kuliah, baik S1, S2, atau bahkan S3,  sudah terbiasa membuat karya ilmiah. Tidak hanya itu, setelah menjadi guru,  kita diberikan tuntutan untuk membuat satu jenis karya ilmiah lagi (sebagai penunjang kenaikan pangkat bagi ASN) yakni penelitian antara lain PTK, best practice, makalah tinjauan ilmiah, artikel ilmiah, dsb.

Bagi yang menempuh kuliah S1, S2, atau S3 tujuan menulis karya ilmiah ialah untuk memenuhi tugas mata kuliah tertentu dan sebagai syarat kelulusan dan mendapatkan gelar. Bagi ASN, tujuan menulis karya ilmiah adalah untuk mendapatkan angka kredit. Jadi, setelah selesai, karya ini hanya dipublikasikan di perpustakaan sekolah atau bahkan ada yang tergeletak begitu saja di rak atau bahkan di gudang. Tentu hal ini dapat dilihat bahwa manfaat karya ilmiah hanya sebatas untuk memenuhi tuntutan tertentu saja.

Hal tersebut tentu tidak sepadan dengan perjuangan dan pengorbanan untuk menyelesaikan karya ilmiah tersebut. Tidak sedikit pengorbanan tersebut entah itu materi, waktu, tenaga, atau bahkan psikis. Hal tersebut sangat disayangkan jika informasi dan data penting yang tertulis dalam KTI hanya tergeletak begitu saja di perpustakaan dan tidak tersampaikan kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, ada solusi yang lebih bermanfaat, yaitu mengubahnya menjadi sebuah buku. Ada banyak manfaat mengkonversi karya ilmiah menjadi buku, antara lain.

1.      Dapat dibaca oleh masyarakat awam.

2.      Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh.

3.    Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi.

4.   Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku.

5.      Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku.

Berikut perbedaan format buku dan karya ilmiah

Format Buku

Format KTI pada Umumnya

judul

kata pengantar

prakata

daftar isi

isi buku

daftar Pustaka

sinopsis

profil penulis

Boleh ditambah daftar gambar, indeks

 

judul

lembar pengesahan

kata pengantar

halaman persembahan

daftar isi

pendahuluan

tinjauan Pustaka

metode penelitian

pembahasan

kesimpulan

daftar Pustaka

lampiran

 Ibu Noralia menjelaskan cara mengkonversi karya ilmiah ini menjadi sebuah buku adalah

1.      Ubah judul

Biasanya, judul KTI menggunakan bahasa ilmiah, kaku, dan panjang. Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santai dan singkat. Paling tidak maksimal 5-6 kata.

Judul TesisPengembangan Modul Berbasis Riset pada Materi Reaksi Redoks untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Siswa Kelas X SMA

Ketika diubah menjadi judul buku menjadi Kiat Menulis Modul Berbasis Riset

2.      Ubah daftar isi

Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 landasan teori

Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus-rumus statistika

Bab 4 hasil dan pembahasan

Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Namun, ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)

Bab 1 (why) menjelaskan pentingnya modul BERBASIS RISET.

Bab 2 (what) menjelaskan apa itu modul berbasis riset.

Bab 3,4,5, dan seterusnya (how) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.

Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi

2.1. hasil belajar

2.2. media pembelajaran

2.3. modul

2.4. metode pembelajaran

2.5 pembelajaran berbasis riset 

ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu

Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku 

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1. belajar

2.2. permasalahan dalam pembelajaran

2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya 

Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1. Pengertian media

3.2. jenis media

3.3. manfaat media

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 MENGENAL MODUL

4.1. pengertian modul

4.2. karakteristik modul

4.3.sistematika modul

4.4. kelebihan modul

dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai…

3.       Ubah sedikit isi karya ilmiah

Dalam mengubah karya ilmiah menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya berdasarkan sumber yang relevan. Misalkan judul “Implementasi Media Stereofoam Pembelajaran Organisasi Kehidupan untuk Meningkatkan Kreativitas,”maka yang harus dikembangkan adalah tentang Media (Pengertian, manfaat, jenis), Pembelajaran (materi tentang belajar mengajar), Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).

Hilangkan semua "kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi" dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah

Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat.

4.     Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.

5. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya.

6.      Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang Anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut.

7.    Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan  huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.

Dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Agar tidak terjadi self plagiarisme, kita tidak boleh hanya kopi paste kalimat dalam karya tulis. Kita harus menulis ulang setiap kalimat yang ada dalam karya ilmiah dengan kalimat sendiri tanpa mengubah arti kalimat yang ada dalam KTI asli. Teknik parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.

Kita juga dapat memberikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang.  Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu Communications, collaboration, creativity, dan critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemi yang notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua KD yang ada.

Selain diubah menjadi buku, Karya Tulis Ilmiah juga bisa diubah menjadi artikel yang diterbitkan  di jurnal bereputasi. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut!

1.    Abstrak

Berisi latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, simpulan. Tidak boleh ada sitasi dalam abstrak.

2.    Pendahuluan

Berisi latar belakang masalah, tinjauan pustaka secara singkat, tujuan penelitian.

3.    Metode penelitian

Berisi sampel penelitian, prosedur penelitian (dalam bagan saja), analisis penelitian.

4.    Hasil dan pembahasan

Berisi hasil penelitian berupa grafik, tabel atau diagram serta pembahasan mengapa mendapatkan hasil demikian yang dikaitkan dengan teori yang ada

5.    Simpulan

Menjawab tujuan penelitian

Daftar Pustaka diusahakan yang terbaru dan dari jurnal lain yang bereputasi juga.

Dengan demikian, agar karya ilmiah  memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh banyak orang dari berbagai kalangan.  Selain memberikan banyak manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah dapat dijadikan sarana untuk menambah angka kredit di bidang publikasi ilmiah.itu. Dengan dijadikannya buku, tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.

No comments:

Post a Comment

  RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN...