PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Resume ke-5, Gelombang 27
Rabu, 28 Agustus 2022
Menulis Buku dari
Karya Ilmiah
Oleh
Noralia Purwa Yunita, M.Pd.
Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis.
Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian
hari.
Pramudya Ananta Toer.
A.
Biodata Singkat
Narasumber Pelatihan Belajar Menulis PGRI pada pertemuan ke-5 adalah seorang guru muda hebat, berbakat dengan segudang karya dan prestasi. Beliau bernama Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. Lahir di Kudus, 12 Juni 1989. Kuliah program sarjana di Univeritas Negeri Semarang yang kemudian dilanjutkan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Beliau adalah seorang pengajar di SMPN 8 Semarang. Selain mengajar, juga aktif menjadi penulis di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, penulis di Penerbit Andi Offset, penulis dan Ambassador di penerbit Innovasi Publishing, salah satu tim admin di website guru penggerak, pengurus pena guru di yayasan guru nusantara, anggota komunitas koordinator virtual Indonesia (KKVI), anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Prakarya dan IPA, serta Pembimbing ekstrakurikuler KIR SMP. Menjadi narasumber diberbagai kelas menulis, telah menghasilkan buku solo sebanyak 17 buku dan berbagai artikel ilmiah.
B.
Paparan Materi
Karya
ilmiah adalah sebuah tulisan yang berisi tentang serangkaian hasil pemikiran
seseorang. Karya ilmiah biasanya diuraikan dalam bentuk laporan tertulis yang
isinya memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh
seseorang atau sebuah tim sesuai ketentuan yang berlaku.
Jenis-jenis
karya ilmiah antara lain artikel ilmiah,
laporan penelitian, makalah, skripsi, tesis, disertasi, dsb. Bagi seorang guru,
karya ilmiah bukanlah sesuatu yang baru. Karena ketika kuliah, baik S1, S2,
atau bahkan S3, sudah terbiasa membuat
karya ilmiah. Tidak hanya itu, setelah menjadi guru, kita diberikan tuntutan untuk membuat satu
jenis karya ilmiah lagi (sebagai penunjang kenaikan pangkat bagi ASN) yakni penelitian
antara lain PTK, best practice, makalah tinjauan ilmiah,
artikel ilmiah, dsb.
Bagi yang menempuh kuliah S1, S2, atau S3 tujuan menulis
karya ilmiah ialah untuk memenuhi tugas mata kuliah tertentu dan sebagai syarat
kelulusan dan mendapatkan gelar. Bagi ASN, tujuan menulis karya ilmiah adalah
untuk mendapatkan angka kredit. Jadi, setelah selesai, karya ini hanya
dipublikasikan di perpustakaan sekolah atau bahkan ada yang tergeletak begitu
saja di rak atau bahkan di gudang. Tentu hal ini dapat dilihat bahwa manfaat
karya ilmiah hanya sebatas untuk memenuhi tuntutan tertentu saja.
Hal tersebut tentu tidak sepadan dengan perjuangan dan
pengorbanan untuk menyelesaikan karya ilmiah tersebut. Tidak
sedikit pengorbanan tersebut entah itu materi,
waktu, tenaga, atau bahkan psikis. Hal tersebut
sangat disayangkan jika informasi dan data penting yang tertulis dalam KTI
hanya tergeletak begitu saja di perpustakaan dan tidak tersampaikan kepada
masyarakat luas. Oleh karena itu, ada solusi yang lebih bermanfaat,
yaitu mengubahnya menjadi sebuah buku. Ada banyak manfaat mengkonversi karya
ilmiah menjadi buku, antara lain.
1.
Dapat dibaca oleh
masyarakat awam.
2.
Buku dapat
diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh.
3. Bagi para ASN,
buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit.
Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin
dari publikasi ilmiah berupa buku tadi.
4. Jika buku hasil
konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada
kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga
merupakan keuntungan tersendiri. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa
sekat jika sudah diubah menjadi buku.
5. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku.
Berikut perbedaan format buku dan karya ilmiah
|
Format Buku |
Format KTI pada Umumnya |
|
judul kata pengantar prakata daftar isi isi buku daftar Pustaka sinopsis profil penulis Boleh ditambah daftar gambar, indeks |
judul lembar pengesahan kata pengantar halaman persembahan daftar isi pendahuluan tinjauan Pustaka metode penelitian pembahasan kesimpulan daftar Pustaka lampiran |
Ibu Noralia menjelaskan cara
mengkonversi karya ilmiah ini menjadi sebuah buku adalah
1.
Ubah judul
Biasanya, judul KTI menggunakan bahasa ilmiah, kaku, dan panjang. Judul buku lebih cenderung menggunakan
bahasa populer, santai dan singkat. Paling tidak maksimal 5-6 kata.
Judul Tesis “Pengembangan Modul Berbasis Riset pada Materi Reaksi Redoks untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Siswa Kelas X SMA”
Ketika diubah menjadi judul buku menjadi Kiat Menulis Modul Berbasis Riset
2.
Ubah daftar isi
Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa
BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan,
manfaat, batasan masalah
BAB 2 landasan teori
Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus-rumus
statistika
Bab 4 hasil dan pembahasan
Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
Namun, ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi :
(ikuti pedoman 2W+1H)
Bab 1 (why)
menjelaskan pentingnya modul BERBASIS RISET.
Bab 2 (what) menjelaskan
apa itu modul berbasis riset.
Bab 3,4,5, dan seterusnya (how) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.
Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.
Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori
berisi
2.1. hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. modul
2.4. metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset
ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab
yaitu
Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku
Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. belajar
2.2. permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. jenis media
3.3. manfaat media
Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku
Bab 4 MENGENAL MODUL
4.1. pengertian modul
4.2. karakteristik modul
4.3.sistematika modul
4.4. kelebihan modul
dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai…
3.
Ubah sedikit isi karya ilmiah
Dalam mengubah karya ilmiah menjadi buku, penting sekali
memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan
materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya
ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya
berdasarkan sumber yang relevan. Misalkan judul “Implementasi Media Stereofoam Pembelajaran
Organisasi Kehidupan untuk Meningkatkan Kreativitas,”maka yang harus dikembangkan adalah tentang Media
(Pengertian, manfaat, jenis), Pembelajaran (materi tentang belajar mengajar),
Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).
Hilangkan semua "kata Penelitian/ laporan PTK,
laporan skripsi" dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah
Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Grafik
yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk
kalimat.
4. Secara kebahasaan
dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan.
Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki
ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya.
Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini
karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak
dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi
buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah
menjadi buku.
5. Daftar pustaka
boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal
ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar
pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain
sebagainya.
6.
Berikanlah ulasan
mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang Anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar
telah melakukan penelitian tersebut.
7. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman
format A5 dengan huruf, jenis huruf, dan
margin disesuaikan dengan aturan penerbit.
Dengan demikian, membuat
buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja
sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu
kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Agar tidak terjadi self
plagiarisme, kita tidak boleh hanya kopi paste kalimat dalam karya tulis.
Kita harus menulis ulang setiap kalimat yang ada dalam karya ilmiah dengan
kalimat sendiri tanpa mengubah arti kalimat yang ada dalam KTI asli. Teknik
parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi
buku. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang
ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI
aslinya.
Kita
juga dapat memberikan pengetahuan baru yang terkait
dengan isu sekarang. Sebagai contoh, mind
map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan
peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu Communications,
collaboration, creativity, dan critical
thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind
map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemi yang
notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang
cukup untuk menyelesaikan semua KD yang ada.
Selain
diubah menjadi buku, Karya Tulis Ilmiah juga bisa diubah menjadi artikel yang
diterbitkan di jurnal bereputasi. Adapun
langkah-langkahnya adalah sebagai berikut!
1. Abstrak
Berisi latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode
penelitian, hasil penelitian, simpulan. Tidak boleh ada sitasi dalam abstrak.
2.
Pendahuluan
Berisi latar belakang masalah, tinjauan pustaka secara singkat, tujuan penelitian.
3.
Metode penelitian
Berisi sampel penelitian, prosedur penelitian
(dalam bagan saja), analisis penelitian.
4.
Hasil dan
pembahasan
Berisi hasil penelitian berupa grafik, tabel atau diagram
serta pembahasan mengapa mendapatkan hasil demikian yang dikaitkan dengan teori
yang ada
5.
Simpulan
Menjawab tujuan penelitian
Daftar Pustaka diusahakan yang terbaru dan dari jurnal lain yang bereputasi juga.
Dengan
demikian, agar karya ilmiah memiliki
manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar
dapat dibaca oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Selain memberikan banyak manfaat dalam berbagi
ilmu, buku karya ilmiah dapat dijadikan sarana untuk menambah angka kredit di
bidang publikasi ilmiah.itu. Dengan dijadikannya buku, tidak akan lekang oleh
waktu tentang kebermanfaatannya.

No comments:
Post a Comment