PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Resume ke-4, Gelombang 27
Senin, 29
Agustus 2022
Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi
Oleh
Aam Nurhasanah, S.Pd.
Sebuah tulisan dapat menebarkan manfaat bagi
pembacanya. Tidak hanya itu, menulis merupakan kegiatan positif yang bermakna
bagi penulisnya. Dengan menulis, dapat mengantarkan seseorang menuju prestasi
yang gemilang. Hal itu telah dibuktikan banyak orang. Salah satunya adalah Ibu
Aam Nurhasanah. Untuk mencapai prestasi tersebut, tentu Beliau pernah gagal.
Namun, kegagalan tak menyurutkan untuk menyerah dan patah semangat.
Pada awalnya, Ibu Aam Nurhasanah hanyalah seorang peserta Belajar Menulis PGRI gelombang 8 yang gagal karena tidak bisa menyelesaikan resume dengan baik. Namun, kegagalan tidak membuatnya menyerah. Dengan memupuk semangatnya, Ibu Aam mencoba mengulang kelas di Belajar Menulis gelombang 12 (BM 12). Narasumber pada pertemuan ke-2 tersebut ialah Ibu Sri Sugiastuti yang akrab disapa dengan Bu Kanjeng. Beliau mengajak peserta untuk menulis buku antologi yang berjudul SEMANGAT MENULIS BERSAMA BU KANJENG. Buku tersebut adalah buku antologi pertama Ibu Aam. Dalam buku tersebut ada 42 peserta/penulis yang berasal dari seluruh nusantara.
Motivasi menulis Bu Aam makin berkibar, begitu juga
dengan semangatnya untuk menyelesaikan tugas resume hingga akhirnya lulus dari
BM 12, dengan disertai lahir buku solonya yang berjudul MENGUKIR MIMPI JADI
PENULIS HEBAT. Buku ini lahir dari sebuah mimpi ingin menulis hingga seribu buku hingga berproses
menjadi penulis hebat di masa depan. Buku Solo perdana tersebut langsung
diborong MKKS Subrayon 3 Kabupaten
Lebak, dan sudah tersebar di seluruh tanah air.
Setelah buku solo perdana lahir, Ibu Aam mengabdikan
diri sebagai tim Omjay dan bertugas sebagai moderator. Dari pengalaman menjadi
moderator, lahirlah buku solo kedua yang berjudul KUNCI SUKSES MENJADI
MODERATOR ONLINE.
Dari moderator, Ibu Aam ditawari menjadi kurator oleh
Bu Kanjeng. Tugas kurator adalah menghimpun beberapa naskah para peserta
BELAJAR MENULIS untuk disatukan menjadi karya buku antologi. Ibu Aam menjadi
kurator sejak gelombang 16 s.d. 26.
Setelah menjalani pengalaman menjadi moderator dan
kurator kelas menulis, Ibu Aam kembali mengasah keterampilan menulis dengan mengikuti
lomba blog PGRI dengan ketentuan lomba menulis tanpa jeda sejak tanggal 1-28
Februari 2021. Dengan bekal semangatnya, Ibu Aam mendapatkan juara 1 lomba blog PGRI Tingkat
Nasional, Maret 2021.
Prestasi ini membuat ide lahirnya buku solo ke-3 yang diberi
judul BLOGGER INSPIRATIF dengan harapan yang membaca buku ke-3 nya
tersebut, pembaca bisa terinspirasi untuk menulis pengalaman terbaiknya dan dikemas
menjadi buku.
Setelah sukses menjadi juara blog, Ibu Aam diminta
membantu mengedit naskah muridnya yang kerja sebagai TKI di Arab Saudi. Namanya
adalah Juminah. Dia meminta tolong untuk membantunya mewujudkan novel
perjalanan cintanya selama 5 tahun, bekerja menjadi TKW, dan harus merelakan
masa remajanya demi membiayai pendidikan adik-adiknya. Juminah punya tekad yang
kuat yang bermodalkan WhatsApp untuk mengirimkan naskahnya. Perjuangan yang
cukup lama untuk menghimpun naskah bentuk WA chat sehingga menjadi 300 halaman.
Novel ini diberi judul SEINDAH TAKDIR CINTA. Ini merupakan novel pertama
yang Ibu Aam edit.
Pengalaman menjadi editor, membuatnya banjir orderan
dari teman-teman Belajar Menulis. Ibu Aam diminta untuk mengedit buku resume
teman-teman Belajar Menulis.
Pada awal Januari 2022, Ibu Aam menerbitkan buku solo
ke-4 karena tantangan “Karena Menulis Aku Ada” (KMAA) dan diberi judul RAJIN
MENULIS BERBUAH MANIS.
Tantangan menulis penerbit mayor dalam waktu menulis
selama satu minggu diikuti oleh Bu Aam ketika ada narsumber Prof. Ekoji.
Mimpi demi mimpi mengantarkannya ke puncak kesuksesan dengan ditandai beberapa undangan untuk menjadi narasumber kelas Nasional.
“Semoga sedikit pengalaman dari saya, bisa memotivasi Bapak Ibu untuk bisa NAIK KELAS. Mari menulis dan semangat berkarya, hingga kita dikenal dunia,”kata Ibu Aam.
Dari pengalaman Bu Aam, kita dapat mengambil hikmah
bahwa Jangan jadikan kegagalan sebagai penghalang untuk Maju. Namun,
dijadikanlah sebagai pemacu semangat untuk terus bisa naik kelas, berkarya, dan
berprestasi.


No comments:
Post a Comment