PELATIHAN
BELAJAR MENULIS PGRI
Resume ke-29, Gelombang 27
Rabu, 26 Oktober 2022

Teknik Promosi Buku
Oleh
Akbar Zainudin, M.M, MJW.
"Jangan pernah ragu meniru penulis lain. Setiap
seniman yang tengah mengasah keterampilannya membutuhkan model. Pada akhirnya,
Anda akan menemukan gaya sendiri dan menanggalkan kulit penulis yang Anda tiru."- William Zinsser
Apakah
mempromosikan jualan merupakan hal yang mudah? Jawabannya bisa mudah bisa juga
sulit. Menjadi mudah jika kita menguasai strateginya. Namun, jika tidak bisa
menguasai strateginya akan menjadi hal yang sulit sebab daya saing bisnis tergolong tinggi dan selera
konsumen sering berubah-ubah. Dengan demikian, benar-benar dibutuhkan pemahaman dan strategi yang
tepat agar cara promosi yang dilakukan bisa efektif.
Mempromosikan
buku sama juga seperti mempromosikan makanan. Ketika mempromosikan makanan, harus memperhatikan dulu tips manajemen dapur
jualan supaya kualitasnya tetap terjaga. Mulai dari kekompakan sampai sarana
prasarana yang baik, kemudian meramunya dalam resep cita rasa tinggi.
Selanjutnya mengemasnya dalam sajian yang menarik pembeli, terutama tampilan yang
menggugah selera. Maka makanan pun bisa laris manis.
Demikian juga ketika mempromosikan buku. Perlu banyak teknik agar banyak peminatnya. Pada Pelatihan Menulis
PGRI Gelombang 27, Bapak Akbar Zainudin, M.M. akan berbagi ilmu tentang teknik promosi
buku.
STRATEGI PROMOSI
BUKU
APA ITU PROMOSI BUKU
Promosi adalah cara kita
memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan
mau membeli produk kita. Promosi buku adalah cara kita mengenalkan buku yang
kita miliki kepada audiens kita agar mereka tertarik dan mau membeli.
MENGAPA PROMOSI BUKU ITU
PENTING
Promosi buku itu penting karena
sebagus apapun buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk
kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita.
Beberapa tujuan dari promosi
buku adalah:
1. Membuat audiens mengenal (tahu) buku kita.
2. Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk
membeli buku kita. Bagaimana caranya yang tadinya mereka tidak butuh, tetapi
setelah kita promosikan menjadi butuh.
3. Meyakinkan konsumen untuk membeli buku.
4. Mengharapkan konsumen agar mau
merekomendasikan buku kita kepada orang lain.
TUJUH PROGRAM PROMOSI BUKU.
Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun
penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan.
PERTAMA, LAUNCHING BUKU.
Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula,
masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit
maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa
penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena
itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku.
Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat
untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan
acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.
Sekarang ini program launching buku semakin mudah. Dengan
adanya Media Sosial, kita bisa melakukan program launching buku ini bahkan dari
rumah. Bisa melalui FB, IG, ataupun Youtube.
Buat saja program LAUNCHING BUKU, live di FB, IG, atau
Youtube. Undang kawan-kawan kita. Ajak mereka berpartisipasi. Launching buku
kalau perlu setiap bulan karena launching buku
tidak harus sekali. Bulan ini launching pertama, bulan depan launching kedua, ketiga, dan
seterusnya. Kalau setiap bulan kita launching buku kita, setahun kita sudah 12
kali launching buku. Keren, kan?
KEDUA, BEDAH BUKU.
Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku
kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita
menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan,
perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya.
Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan,
kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus
menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir
yang penting, tetapi direkam lalu diupload di medsos acara kita. Insya Allah
akan semakin membuat orang mengenal kita.
Sekali lagi, yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah
buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama
kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.
KETIGA, SEMINAR ATAU PELATIHAN
Lakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku
kita. Kalau saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala
menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.
Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan
gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan
secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline,
laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara
online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.
KEEMPAT, MEMBANGUN KOMUNITAS
Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita
sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita
tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas
guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice
Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas
bahasa.
Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca
sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku.
Saya sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas
guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada
bukunya. Saya share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya
seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya
saya bentuk di WA Grup. Sesekali seminar melalui zoom.
KELIMA, MEMBANGUN JARINGAN RESELLER.
Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita
dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi
dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%,
kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi
mereka untuk menjual.
Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya
dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu,
berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita
menjual buku.
Saya juga sedang membangun jaringan reseller ini. Belum
banyak, baru sekitar 100 an orang. Insya Allah akan terus bertambah.
KEENAM, JUALAN DI MARKETPLACE.
Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak,
Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi
dan distribusi kita.
Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya
ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa
ditemukan.
KETUJUH, MEMANFAATKAN MEDSOS
Manfaatkan media sosial (medsos) untuk promosi buku.
Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi
tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis,
sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.
Jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak
sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para
pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita.
Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan
kebutuhan mereka sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan
dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses
memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.
Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka
mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dengan membaca akan banyak
membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan.
Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca,
maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.
UPDATE STATUS setiap hari. Di WA, IG, FB. Ambil cuplikan
dari buku, jadikan sebagai update status. Lama-lama nanti timbul keingintahuan
mereka, yang akhirnya tertarik untuk membeli.
Salah satu hal yang perlu kita perhatikan, terutama
kalau kita promosi di Media Sosial adalah KONSISTENSI dan REPETISI. Buatlah
update status yang KONSISTEN. Kalau misalnya bisanya seminggu sekali, ya
lakukan seminggu sekali. Tetapi terus harus ada setiap minggu. Kalau bisa 3
hari sekali, lakukan. Akan lebih bagus kalau bisa setiap hari.
Tetapi harus konsisten. Jangan update status kalau lagi
rajin. Satu bulan setiap hari update status. Terus bulan berikutnya tidak
pernah update status lagi. Bagaimana orang mau kenal dengan buku kita.
Konsisten dan terus menerus.
Kedua adalah REPETISI. Ulangi lagi, lagi, dan lagi. Kalau
kita melihat iklan di televisi, hampir setiap saat diulangi lagi, dan lagi.
Memang begitulah promosi itu. Terus diulangi lagi dan lagi agar orang itu
ingat, menancap kuat. Akhirnya nanti yang terpikirkan buku kita.
Untuk
lebih jelasnya, bisa melihat video yang berjudul 7 Strategi Promosi Buku Biar
Jadi Best Seller di link https://youtu.be/lZhAixv86wA
Selain
tujuh strategi promosi buku tersebut, tentu masih banyak program-program lain yang bisa kita ciptakan sesuai dengan kreativitas masing-masing. Manfaatkan HP kita sebaik-baiknya, secara maksimal. Melalui WA, Tiktok, YouTube, kita
pikirkan bagaimana agar kita tidak hanya menjadi pengguna dan penikmat saja,
tetapi kita juga bisa buat konten-konten menarik terkait buku kita sehingga HP
kita menjadi lebih produktif.
Sebagai
catatan penutup. Sekarang ini sebagai seorang penulis, kita kalau bisa memiliki
beberapa keterampilan yang akan membantu proses penjualan buku.
Pertama,
keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public speaking) agar pada
saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi
calon pembaca.
Kedua,
kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini
salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21.
Ketiga,
pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media sosial seperti
YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena
eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup
akan lebih mudah.