Friday, September 2, 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

 

Resume ke-6, Gelombang 27

Jumat, 2 September 2022

Rahasia Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Berprestasi

Oleh

Rita Wati, S.Kom.

A.       Biodata Singkat

Terlahir dengan nama Rita Wati di Tanjung Pinang pada tahun 1982 dari orang tua berdarah minang. Memiliki hobi, menulis, browsing, dan mencoba tools baru. Masa kecil hingga remaja penulis habiskan di Tanjung Pinang Kepulauan Riau kemudian melanjutkan studi S1 di Yogyakarta. Pernah bekerja di Serang kemudian menikah dan kini menetap di Bali. Saat ini, masih menempuh S2 Magister Teknik Informatika di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Beliau adalah seorang guru di SMP N 2 Mendoyo. Selain itu, Beliau seorang blogger, penulis, moderator, narasumber, dan you tuber. Saat ini, buku solonya berjumlah 4 buah, 1 buah buku yang ditulis hasil kolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit berjudul Knowledge Mangement (Mengintegrasikan Digital Tools dalam Rencana Pembelajaran. Buku tersebut diterbitkan oleh Penerbit Andi. Adapun buku antologinya berjumlah 10 buah. Berbagai prestasi tingkat mahasiswa, kabupaten, provinsi, dan nasional pernah Beliau raih.  Prestasi Beliau raih semenjak tahun 2010 sampai dengan sekarang (tahun 2022).

https://www.cikgurita.com/2022/06/about-me.html

B.       Paparan Materi

Ada banyak tujuan seseorang mengikuti pelatihan menulis. Diantaranya ialah ingin bisa menulis, memiliki buku solo, menambah wawasan ,dsb. Semua adalah mimpi dari peserta yang bisa diwujudkannya.  Namun, sebagai penulis pemula kadang merasakan hal-hal berikut.

1.  Susah ide

2.  Miskin kosa kata

3.  Sulit merangkai kata

4.  Menunda-nunda

5.  Bingung mau menulis apa

6.  Tidak percaya diri

7.  Bingung mau dimulai dari mana

8.  Merasa tulisannya jelek tidak layak dibaca

Namun, semua masalah yang ada tentu ada solusinya. Untuk mengobati masalah-masalah tersebut adalah dengan membaca dan menulis. Dengan membaca, kita akan menemukan ide untuk menulis. Lalu apakah yang dibaca harus selalu buku? Tentu saja tidak. Apa yang kita alami baik berupa bahagia, sedih dapat dituangkan ke dalam sebuah tulisan. Itulah yang dinamakan membaca kejadian. Ketika sudah terbiasa menulis, tulisan tersebut bisa dijadikan tulisan cerpen ataupun novel.

Apakah sebuah tulisan ada dan erat kaitannya dengan prestasi sesorang? Ya, tentu saja hal tersebut ada dan erat kaitannya karena menulis adalah salah satu cara untuk berprestasi. Semua perlombaan diharuskan menulis. “Sebagai contoh saya lolos dalam kegiatan ALCoB ICT Virtual TRaining bersama 5 negara ini karena saya menulis  jawaban dalam formulir,” ujar Bu Rita. Beliau juga mengatkan bahwa dirinya bisa lolos sebagai guru inspiratif karena  menulis Essay. Begitu juga Ketika Beliau menjadi juara lomba blog. Selain menulis, kunci untuk berprestasi adalah membaca, Sebagai contoh, ketika mengikuti suatu perlombaan, kita harus membaca ketentuan yang ada.

Berikut adalah rahasia yang disampaikan oleh Bu Rita wati agar sukses menulis dan menerbitkan buku untuk berprestasi.

1.   Tentukan dulu apa tujuan/ motivasi menulis, apa hanya sekadar mau belajar, hobi,  atau karena keterpaksaan salah satu persyaratan naik pangkat,  bisa jadi karena ingin mendapatkan uang. Semua motivasi yang saya sebutkan baik tidak ada salahnya.

2.  Tulislah apa saja yang ada di dalam pikiran kita. Misal tentang lingkungan sekitar, tentang siswa, tentang binatang kesayangan, atau hal-hal yang senangi atau kuasai.

3.   Tuangkan semua ide yang ada ‘tunda dulu’ untuk mengedit tuntaskan semua ide  dalam tulisan hingga selesai.

4.   Latih menulis setiap hari dimulai dari 100 kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi  menulis pentigraf (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari.

5.      Lakukan setiap hari

6.     Setelah semua terbiasa mulai tingkatkan dengan membuat peta konsep atau TOC jika tulisan yang kita buat ingin dijadikan sebuah buku.

7. Mulailah join menulis Buku Antologi (Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri  menjadi seorang penulis).

Jika sudah terbiasa menulis, mulailah mengikuti perlombaan menulis. Ikutilah lomba cipta puisi, cerpen essay, karya ilmiah, lomba blog dll. Jika pada awal mengikuti lomba tersebut kalah, tidak jadi masalah. Yang pasti jangan pernah menyerah karena banyak pembelajaran yang akan kita dapat dari perlombaan tersebut. Kita bisa perhatikan dan belajar dari tulisan pemenang.  

Selanjutnya agar tulisan menjadi lebih berkualitas, enak dibaca, kita juga harus memperhatikan kaidah-kaidah dasar penulisan. Kesalahan-kesalahan dasar yang sering muncul antara lain.

1.      Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat.

Ketidaktepatan ini bisa karena ketidaktahuan penulis atau bisa karena buru-buru dalam menulis.

2.      Paragraf panjang-panjang.

 Usahakan paragraf tidak melebih dari 10 kalimat dalam 1 paragraf.

3.      Penggunaan tanda baca seperti (titik, koma, titik dua, setrip-tanda petik dsb).

4.      Kata baku.

Untuk mempermudah pedoman kata baku, penulis bisa menginstal  KBBI V.

5.      Penggunaan kata yang tidak efektif.

6.      Penggunaan istilah asing yang sering keliru

7.      Penggunaan kata depan di yang sering keliru dipisah atau disambung.

Hal tersebut adalah kesalahan dasar saja. Jadi, sebaiknya ketika sedang menulis tuangkan saja semua ide sampai selesai. Setelah itu, baru dibaca ulang dan lakukan pengeditan.

 Sebagai contoh

        1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.

Contoh :   Saya sedang membaca.

                  Hari ini pelatihan belajar menulis gelombang 27.

 2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

 Contoh :      Rita Wati

                     Raden Ajeng Kartini

                     Pangeran Diponegoro

 3. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

   Contoh : “Ayo! kita pulang Bu,” rengek Joni pada ibunya.

                    "Mereka berhasil meraih medali emas," katanya.

Ketika kita telah memiliki niat untuk memiliki buku sendiri, maka mulailah bergabung di Group Belajar Menulis. Sambil terus belajar menimba ilmu, mulailah mengonsep buku apa yang ingin ditulis. Setelah membuat konsep atau daftar isi, lanjutkan eksekusi untuk dijadikan tulisan.

Nothing is impposible in this world what we look upon today tomorrow may be accomplished fact.

 

6 comments:

  RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN...