Saturday, September 24, 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

                                                  

                                               Resume ke-15, Gelombang 27

Jumat, 22 September 2022

 

Konsep Buku NonFiksi

Oleh

Musiin, M.Pd. 

Menulis bukanlah keterampilan yang mudah karena dari berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara apalagi semudah bergosip. Walaupun demikian, banyak pula orang yang berhasil menulis dan menerbitkan buku. Mengapa demikian? Kata kuncinya adalah kemauan.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Seiring berjalannya waktu, banyak pengetahuan yang diperoleh dan banyak pula pengalaman yang dilalui baik itu pengalaman pahit atau manis. Asalkan ada kemauan, semua bisa diabadikan menjadi tulisan yang dicetak dalam bentuk buku.

Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS. Selain itu, seorang penulis harus menemukan alasan yang kuat mengapa ingin jadi penulis. Hal-hal berikut dapat dijadikan alasan yang kuat untuk menulis.

1.     Mewariskan ilmu lewat buku.

2.     Keinginan memiliki buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko online maupun ofline.

3.     Mengembangkan profesi sebagai guru.

4.     Mendorong diri sendiri untuk terus

Menulis Buku Nonfiksi

Buku nonfiksi adalah sebuah bentuk buku yang berisi karangan atau tulisan yang sifatnya berupa informasi dan penulisnya memiliki tanggung jawab atas isi kebenaran isi buku tersebut yang diambil dari peristiwa, orang, tempat atau fakta informasi di dalam buku tersebut. Berikut ini adalah contoh-contoh buku nonfiksi,

1.     Buku Pedoman

2.     Buku Teks

3.     Buku Pelajaran

4.     Buku Motivasi

5.     Buku Filsafat

6.     Buku Sains Populer

7.     Kamus

8.     Ensiklopedia

9.     Biografi

10.  Otobiografi

11.  Memoar

 

 Adapun ciri-ciri buku nonfiksi adalah sebagai berikut

1.    menggunakan bahasa yang baku atau formal,     

2.    menggunakan bahasa yang denotatif,

3.    isi buku berkaitan dengan fakta,

4.    tulisan bersifat ilmiah popular,

5.    hasil penemuan atau yang sudah ada.

 

Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1.  Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit).

Contoh: Buku Pelajaran

2.    Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses).

       Contoh: Buku Panduan

3.    Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara).

Lima langkah penulisan buku nonfiksi

1.      Pratulis

a.     Menentukan tema

untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, berita di media massa, status facebook/twitter/whatsapp/Instagram, imajinasi, mengamati lingkungan, perenungan, membaca buku, survey, wawancara.

Untuk itu kita harus selalu terus membaca, dan berpikir kritis. Tujuannya adalah kita bisa menangkap fenomena alam, maupun sosial dengan cerdas

b.     Menemukan ide

c.      Merencanakan jenis tulisan

d.     Mengumpulkan bahan tulisan

e.     Bertukar pikiran

f.       Menyusun daftar

g.     Meriset

h.     Membuat Mind Mapping

i.       Menyusun kerangka

2.      Menulis Draf

a.     Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas.

b.     Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan.

3.      Merevisi Draf

a.     Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian.

b.     Memeriksa gambaran besar dari naskah.

4.      Menyunting Naskah

Untuk menyunting naskah, pedoman yang digunakan adalah KBBI dan PUEBI. Perhatikan ejaan, tata Bahasa, diksi, data dan fakta, legalitas dan norma.

5.    Menerbitkan

 



4 comments:

  RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN...