PELATIHAN BELAJAR MENULIS
PGRI
Resume ke-15, Gelombang 27
Jumat,
22 September 2022
Konsep Buku NonFiksi
Oleh
Musiin, M.Pd.
Menulis bukanlah
keterampilan yang mudah karena dari berbagai penelitian bahasa menunjukkan di
antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap
paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara apalagi semudah bergosip. Walaupun
demikian, banyak pula orang yang berhasil menulis dan menerbitkan buku. Mengapa
demikian? Kata kuncinya adalah kemauan.
Pada
dasarnya, setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di
dalam dirinya. Seiring berjalannya waktu, banyak pengetahuan yang diperoleh dan
banyak pula pengalaman yang dilalui baik itu pengalaman pahit atau manis. Asalkan
ada kemauan, semua bisa diabadikan menjadi tulisan yang dicetak dalam bentuk
buku.
Perjuangan
menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan
buku, maka akan lahir CINTA MENULIS. Selain itu, seorang penulis harus
menemukan alasan yang kuat mengapa ingin jadi penulis. Hal-hal berikut dapat dijadikan
alasan yang kuat untuk menulis.
1.
Mewariskan ilmu lewat buku.
2.
Keinginan memiliki buku karya sendiri yang bisa
terpajang di toko online maupun ofline.
3.
Mengembangkan profesi sebagai guru.
4. Mendorong diri sendiri untuk terus
Menulis Buku Nonfiksi
Buku nonfiksi adalah sebuah bentuk buku yang
berisi karangan atau tulisan yang sifatnya berupa informasi dan penulisnya
memiliki tanggung jawab atas isi kebenaran isi buku tersebut yang diambil dari
peristiwa, orang, tempat atau fakta informasi di dalam buku tersebut. Berikut
ini adalah contoh-contoh buku nonfiksi,
1.
Buku Pedoman
2.
Buku Teks
3.
Buku Pelajaran
4.
Buku Motivasi
5.
Buku Filsafat
6.
Buku Sains Populer
7.
Kamus
8.
Ensiklopedia
9.
Biografi
10.
Otobiografi
11.
Memoar
Adapun ciri-ciri buku nonfiksi adalah sebagai
berikut
1. menggunakan bahasa yang baku atau formal,
2. menggunakan bahasa yang denotatif,
3. isi buku berkaitan dengan fakta,
4. tulisan bersifat ilmiah popular,
5. hasil penemuan atau yang sudah ada.
Dalam
penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan
tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit).
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan
urutan proses).
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara).
Lima langkah
penulisan buku nonfiksi
1.
Pratulis
a.
Menentukan tema
untuk melanjutkan dari tema menjadi
sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya pengalaman
pribadi, pengalaman orang lain, berita di media massa, status facebook/twitter/whatsapp/Instagram,
imajinasi, mengamati lingkungan, perenungan, membaca buku, survey, wawancara.
Untuk itu kita harus selalu terus
membaca, dan berpikir kritis. Tujuannya adalah kita bisa menangkap fenomena
alam, maupun sosial dengan cerdas
b.
Menemukan ide
c.
Merencanakan jenis tulisan
d.
Mengumpulkan bahan tulisan
e.
Bertukar pikiran
f.
Menyusun daftar
g.
Meriset
h.
Membuat Mind Mapping
i.
Menyusun kerangka
2.
Menulis Draf
a.
Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan
prinsip bebas.
b.
Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih
pada bagaimana ide dituliskan.
3.
Merevisi Draf
a.
Merevisi sistematika/struktur tulisan dan
penyajian.
b.
Memeriksa gambaran besar dari naskah.
4.
Menyunting Naskah
Untuk menyunting naskah, pedoman yang
digunakan adalah KBBI dan PUEBI. Perhatikan ejaan, tata Bahasa, diksi, data dan
fakta, legalitas dan norma.
5. Menerbitkan



Mantap
ReplyDeleteTerima kasih, Bu
DeleteTerima kasih banyak telah membuat resume. Enak dibaca
ReplyDeleteTerima kasih Bu Ovi
Delete